Tanggul Aek Mandosi di Toba Rawan Jebol, Warga Minta Segera Dibangun Bronjong

Kondisi tanggul Sungai Aek Mandosi yang rawan jebol. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID (8/10/2026) - Tanggul Sungai Aek Mandosi membuat masyarakat Desa Patane I, Kecamatan Porsea, Kabupaten Toba, khawatir. Kondisi tanggul di sisi kanan sungai rawan jebol saat banjir besar melanda. Warga berharap Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara segera melakukan pembangunan bronjong di sepanjang tanggul tersebut.
Menurut warga, Frankin Sirait, kondisi tanah tanggul Sungai Aek Mandosi di Desa Patane I mengandung pasir sekitar 70 hingga 80 persen sehingga sangat labil dan mudah tergerus air saat banjir.
"Seperti kejadian tiga hari lalu, saat tengah malam hujan turun dengan sangat deras sehingga menyebabkan luapan air sungai hingga mencapai ketinggian 5 meter. Kondisi itu membuat masyarakat tidak dapat tidur karena khawatir tanggul jebol," ucap Frankin pada Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, tanggul tersebut sudah sering mengalami longsor hingga menggerus sekitar setengah bagian tanggul dan hampir mencapai badan jalan beraspal. Warga selama ini hanya dapat melakukan penimbunan menggunakan karung berisi pasir yang dinilai tidak mampu bertahan lama.
"Takutnya jika jebol akan merusak sawah dan rumah warga. Seperti beberapa tahun lalu saat tanggul jebol, puluhan hektare sawah rusak dan beberapa rumah terdampak. Apakah setelah jebol dan timbul korban baru ada tindakan dari pemerintah?" tuturnya.
Adapun lokasi tanggul sungai yang rawan jebol dan memerlukan pembangunan bronjong diperkirakan mencapai lebih dari 1 kilometer.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Toba, Gumianto Simangunsong, mengatakan Sungai Aek Mandosi merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera Utara. Pemerintah Kabupaten Toba hanya dapat mengusulkan pembangunan, sedangkan tindak lanjutnya bergantung pada pihak BBWS.
"Telah berulang kali Pemerintah Kabupaten Toba mengusulkan pembangunan, namun hingga kini belum juga ada realisasinya. Namun demikian, akan saya upayakan untuk mengingatkan kembali. Dalam waktu dekat akan kita hubungi langsung kepala BBWS dan semoga berhasil," ucap Gumianto.


















































