Sedimen Sungai Toba-Asahan Disulap Jadi Kebun Sayur, Warga Soroti Pembiaran

Sedimen di Sungai Toba-Asahan dimanfaatkan warga menjadi kebun sayur. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Tumpukan sedimen lumpur dan sampah dampak pendangkalan Sungai Toba-Asahan dimanfaatkan Warga Kecamatan Porsea sebagai lahan berkebun sayur. Ini menjadi perhatian warga yang melintas dan dinilai sebagai tindakan kreatif. Meski begitu, ada juga berpendapat tindakan tersebut menyalahi aturan.
Sejumlah warga juga menyoroti dugaan pembiaran dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera II Medan sebagai pengelola sungai strategis di Sumatera, termasuk Sungai Toba-Asahan. Selain itu, Perum Jasa Tirta I yang bertugas mengelola sumber daya air (SDA) di wilayah tersebut juga dinilai belum melakukan penanganan maksimal.
Salah seorang warga Porsea, M. Sitorus, mengatakan sedimen tersebut telah berlangsung selama puluhan tahun hingga membentuk seperti pulau di tengah Sungai Toba-Asahan tanpa penanganan dari pihak terkait.
“Jika tidak segera ditangani, gundukan tersebut bisa semakin luas dan menutup sungai. Jika banjir datang dari anak sungai Aek Mandosi, dampaknya juga bisa negatif bagi warga yang menjadikan lahan tersebut sebagai kebun. Saat panen, hasil kebun bisa terseret banjir,” ujarnya, Kamis (28/5/2026).
Diketahui, terbentuknya gundukan tanah di Sungai Toba-Asahan disebabkan sedimen dan sampah yang terbawa banjir dari anak Sungai Aek Mandosi. Material berupa lumpur, batu, dan sampah terus menumpuk tanpa penanganan pembersihan selama puluhan tahun.
Saat wartawan Mistar mencoba menghubungi pihak Perum Jasa Tirta I yang berkantor di Simangkuk, Desa Tangga Batu, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba, melalui pesan WhatsApp terkait upaya normalisasi sungai yang berubah menjadi daratan, hingga berita ini dikirim ke meja redaksi belum ada tanggapan dari pihak humas maupun pimpinan Perum Jasa Tirta I.
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























