5.9 C
New York
Tuesday, March 5, 2024

Saat Main Futsal Siswa Tewas, Panitia Diduga Tidak Siapkan Peralatan Emergency

Batu Bara, MISTAR.ID

Meninggalnya A (17) seorang siswa MAN Batu Bara, warga Kecamatan Datuk Limapuluh, Kabupaten Batu Bara,   saat bertanding futsal pada pertandingan antar sekolah di GOR Kisaran menjadi perbincaraan dan menuai kritik.

Kadis Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Parpora) Kabupaten Batu Bara Sapri Moesa menduga peristiwa tersebut tidak terlepas dari keteledoran panitia.

“Dugaan kita ini keteledoran panitia yang dinilai tidak sigap menyiapkan peralatan emergency atau P3K di lokasi pertandingan. Diduga tidak ada tim kesehatan, tabung oksigen dan juga ambulan,” jelas Sapri Moesa kepada sejumlah wartawan, Rabu (29/11/23).

Baca juga:Program Bunga Desa, Lapangan Futsal SDN 14 Lintong Nihuta Dibangun Tahun 2024

Sapri menyebutkan dalam menggelar suatu event olahraga, panitia harus mendapat rekomendasi dari induk olahraga sebelum menggelar kegiatan.

Juga harus melengkapi kelengkapan manajemen pertandingan seperti kelayakan tempat pertandingan, tenaga kesehatan, ambulan serta wasit yang memimpin pertandingan. Wasit harus dari induk organisasi yang resmi dan berlisensi.

Terkait itu Sapri tidak dapat memastikan apakah panitia telah melengkapi persyaratan di atas. Hanya saja informasi yang diperolehnya dari KONI Batu Bara, begitu terjatuh saat hendak mengambil bola, korban dibawa ke rumah sakit di Kisaran bukan menggunakan ambulan namun menggunakan sepeda motor.

Baca juga:Sambut Sumpah Pemuda, PN Kisaran Gelar Turnamen Futsal

Selain kesiapan panitia, Sapri juga menjelaskan tim yang akan ikut serta pada pertandingan harus melengkapi beberapa persyaratan mutlak.

Persyaratan pertama adalah menyertakan surat kesehatan atlet. Untuk pertandingan yang melibatkan sekolah juga wajib mendapat rekomendasi dari sekolahnya. Kemudian mendapatkan rekomendasi dari induk organisasi yang menaungi cabor yang diikuti.

Senada, Ketua KONI Kabupaten Batu Bara M Nur Ain mengatakan, baik panitia maupun peserta harus berpedoman pada SOP yang telah ditetapkan.
Disebutkan Nur Ain diantara SOP yang harus dipenuhi antara lain kesiapan panitia,  kegiatan harus terukur dan memperhatikan kondisi serta kesiapan tim yang akan bertanding.

Baca juga: Gesekan Saat Futsal, Mahasiswa Fakultas Teknik dan Hukum USU Terlibat Bentrok

“Ini menjadi pembelajaran bagi kita ke depan. Dalam cabang olahraga manapun tanpa terkecuali harus memenuhi SOP”, tandas Nur Ain.

Namun dikonfirmasi wartawan lewat seluler, Ketua DPD Kosgoro Asahan Qomaruddin mengaku panitia telah memenuhi SOP.

“Semua lengkap sesuai SOP. Ada tim medis dan ambulan. Juga ada surat rekomendasi dari sekolah asal tim yang bertanding yang ditandatangani kepala sekolah “, ucapnya.

Baca juga: Turnamen Futsal Piala Johannes Lumban Tobing Resmi Dibuka di Dairi

Sedangkan terkait membawa korban ke rumah sakit menggunakan sepeda motor disebutkan Qomaruddin karena lokasi rumah sakit dekat dari GOR.

Sekedar diketahui, A seorang siswa MAN Batu Bara meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit di Kisaran, Selasa (28/11/23).

Ketika bertanding dalam turnamen antar pelajar Kosgoro dengan posisi penjaga gawang, korban terjatuh saat sedang mengambil bola yang keluar dari lapangan. (ebson/hm17)

Related Articles

Latest Articles