Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SUMUT

RSUD Bangun Purba akan Ditingkatkan Jadi Rumah Sakit Tipe C pada 2028

Mistar.idKamis, 2 April 2026 10.58
journalist-avatar-top
HS
rsud_bangun_purba_akan_ditingkatkan_jadi_rumah_sakit_tipe_c_pada_2028

Bupati Deli Serdang, Asri Ludin Tambunan, meninjau kondisi pasien pascaoperasi caesar perdana di RSUD Bangun Purba. (foto: Diskominfostan Deli Serdang/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang menargetkan peningkatan status RSUD Bangun Purba menjadi rumah sakit tipe C pada periode 2028–2029, dengan fokus pada pemenuhan layanan dasar sesuai kebutuhan masyarakat.

Ke depan, RSUD Bangun Purba didorong memperkuat layanan dasar seperti fisioterapi, pelayanan anak berkebutuhan khusus, serta pengadaan fasilitas hemodialisa (cuci darah).

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi kebutuhan masyarakat untuk berobat ke luar daerah. “Semua pelayanan harus bersih, adil, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Kepercayaan masyarakat adalah hal utama,” ujar Asri Ludin saat meninjau operasi cesar perdana di rumah sakit itu, Rabu (1/4/2026).

Dalam kunjungan itu, bupati juga meninjau rencana pengembangan rumah sakit serta berdialog dengan tenaga kesehatan, termasuk bidan desa. Ia menekankan agar pelayanan di RSUD Bangun Purba semakin responsif dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, tenaga kesehatan tidak boleh mempersulit pasien dan harus proaktif dalam memberikan layanan, termasuk memastikan pasien yang membutuhkan penanganan segera dapat dijemput.

“Tujuan utama kita adalah menurunkan angka stunting, menekan kematian ibu dan anak, serta mendukung program prioritas nasional seperti penanganan TBC. Karena itu, pasien tidak boleh ditahan atau dipersulit,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tindakan operasi caesar dilakukan berdasarkan indikasi medis, bukan faktor non-medis, dengan tetap mengedepankan profesionalisme dan etika pelayanan.

Selain itu, sistem rujukan pasien diminta berjalan transparan dan bebas dari kepentingan tertentu. Asrli Ludin menegaskan rumah sakit pemerintah harus berorientasi pada pelayanan, bukan keuntungan. “Kalau masyarakat merasa terbantu dan tidak perlu lagi berobat jauh, itu sudah menjadi keberhasilan,” tuturnya.

Asri Ludin memastikan rumah sakit ini benar-benar berjalan dengan baik, bukan sekadar berdiri, tapi hidup dan memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat.

"Semua harus bergerak dalam satu garis, dengan komitmen yang sama, karena yang kita kerjakan ini menyangkut kebutuhan dan keselamatan banyak orang," katanya.

Ia juga berdiskusi langsung dengan para bidan desa, mendengar apa yang mereka hadapi di lapangan. Ke depan jangan ada lagi pasien yang ditahan. Jika memang membutuhkan penanganan lanjutan, segera dirujuk.

Asri Ludin memahami kendala yang disampaikan, terutama soal akses jalan yang gelap saat malam hari. "Ini jadi perhatian bersama. Jika fasilitas sudah dibenahi, diminta untuk dijaga dengan baik dan ada yang bertanggung jawab," ucapnya.


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN