Petani Gagal Panen di Toba, Bantuan Bibit Padi Masih Menunggu Koordinasi

Dinas Pertanian Kabupaten Toba. (Foto: Nimrot/MISTAR)
Toba, MISTAR.ID (6/10/2026) – Penyaluran bantuan bibit padi kepada petani yang mengalami gagal panen di lahan seluas puluhan hektare di Desa Simatibung, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, hingga kini belum dapat dipastikan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, mengaku masih harus berkoordinasi dengan bidang terkait mengenai bantuan tersebut.
"Tetapi untuk sementara terkait gagal panen yang dialami petani, serta untuk penanggulangan hama dan bantuan bibit padi, silakan berkoordinasi dengan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman (POPT) Provinsi Sumatera Utara," ujar Lena, Selasa (6/10/2026).
Sementara itu, Petugas POPT Provinsi Sumatera Utara, Devon Sianipar, mengatakan pihaknya saat ini hanya dapat menjelaskan mengenai penanganan serangan hama agar tidak kembali menyebabkan gagal panen.
"Untuk pemberian bantuan bibit padi, bukan wewenang saya untuk menjawab. Itu wewenang dari Kepala Dinas Pertanian, sebab saya di Dinas Pertanian Kabupaten Toba khusus membidangi hama dan penyakit pada tanaman," ucap Devon.
Lanjutnya, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi), apabila gagal panen yang dialami petani di Desa Simatibung disebabkan serangan hama, pihaknya akan turun ke lapangan jika mendapat laporan dari kelompok tani.
"Kita akan turun ke lapangan untuk memberikan sosialisasi kepada petani bagaimana menanggulangi hama dan penyakit pada tanaman padi," katanya.
Menurut Devon, penanganan sejak dini mulai dari masa sebelum tanam hingga masa tanam kerap diabaikan petani. Hal tersebut dinilai penting agar kegagalan panen tidak kembali terjadi.
"Yang sering diabaikan petani, penanganan sejak dini mulai dari masa sebelum tanam hingga masa tanam, sehingga kegagalan panen sebelumnya tidak terulang lagi. Dan nanti akan kita cek ke lapangan (desa tersebut) apa penyebab gagal panen mereka," tuturnya.
Sebelumnya, petani padi di Desa Simatibung, Kecamatan Laguboti, Kabupaten Toba, mengalami penurunan hasil produksi hingga gagal panen di lahan sekitar puluhan hektare pada musim tanam 2026. Petani pun berencana melakukan penanaman ulang.
Menurut warga, Tomuan Sibarani, penurunan hasil produksi dan gagal panen dipengaruhi sejumlah faktor. Salah satunya adalah kondisi cuaca yang tidak menentu dalam beberapa tahun terakhir, terutama pada 2026.
"Kondisi tersebut semakin diperparah karena tidak dilakukan penanaman padi secara serentak. Ditambah serangan hama dan penyakit padi yang cukup masif membuat petani ada yang mengalami gagal panen, bukan sekadar penurunan hasil produksi padi," ujar Tomuan, Rabu (30/9/2026).
Sementara itu, warga lainnya, F. Hutahaean, mengatakan setelah mengalami kegagalan pada musim tanam padi, warga berencana melakukan penanaman kembali untuk mengurangi kerugian akibat gagal panen.
"Tidak hanya itu, di tengah kondisi tersebut, sejumlah warga berencana melakukan tanam dua kali sebagai upaya meningkatkan hasil produksi dan menjaga keberlanjutan lahan pertanian," ucapnya.
Lanjutnya, rencana tersebut membutuhkan perhitungan matang, terutama terkait kondisi cuaca, ketersediaan air, serangan penyakit tanaman, kesiapan lahan, serta permodalan untuk menyediakan bibit berkualitas.
"Kita berharap Pemerintah Kabupaten Toba melalui Dinas Pertanian dapat memberikan bantuan bibit unggul yang berkualitas dan melakukan pemantauan lahan yang terserang penyakit sehingga hasil panen dapat maksimal," tuturnya.



















































