Saturday, April 5, 2025
home_banner_first
SUMUT

Pemkab Toba Tingkatkan Kapasitas LAD dengan Filosofi ‘Batak Naraja’

journalist-avatar-top
Selasa, 12 Desember 2023 20.18
pemkab_toba_tingkatkan_kapasitas_lad_dengan_filosofi_batak_naraja

pemkab toba tingkatkan kapasitas lad dengan filosofi batak naraja

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Bupati Poltak Sitorus menyampaikan, salah satu misi Pemerintah Kabupaten Toba adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan handal. Untuk mewujudkan hal itu, pola pikir orang Batak bisa mengambil sikap Batak Naraja.

Hal itu disampaikan Bupati Poltak Sitorus dalam bimbingan dan arahannya pada Pelatihan Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat Desa (LAD) di Aula Kantor Camat Habinsaran, Parsoburan, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, Selasa (12/12/23).

Ia menjelaskan, filosofi Batak Naraja adalah Namarugamo (peduli), Namaradat (sopan santun), Namaruhum (taat aturan hukum), dan Namarparbinotoan (pintar dan bijaksana).

Baca Juga: Taman Eden 100 Pilihan Tepat Bagi Pecinta Wisata Alam Saat Liburan Nataru

“Untuk SDM unggul dan andal itu, harus kita tunjukkan sikap Batak Naraja dalam perilaku sehari-hari,” katanya.

Bahkan, orang Batak, lanjut Poltak Sitorus, memiliki etika berkomunikasi yang baik yaitu manat (hati-hati), elek (mengambil hati) dan somba (menghormati).

“SDM unggul dan andal itu tidak hanya pandai tetapi juga berbudaya. Jangan modernisasi datang lalu hilang adat istiadat,” ujarnya.

Bupati Poltak memaparkan sekilas pemahaman perihal definisi adat istiadat dimana ada norma yang diikuti kelompok masyarakat sehari-hari.

Pelaksanaa adat itu ada dalam kehidupan sehari-hari, mulai saat lahir hingga meninggal dunia. Demikian juga adanya aksara Batak yang nilainya tinggi, namun sudah mulai tergerus atau hilang.

Baca Juga: Jelang Nataru, Polda Sumut Dirikan 102 Pos Pengamanan

“Ini harus kita lestarikan untuk mempertahankan identitas budaya dan tradisi kelompok masyarakat. Nilai yang dijunjung tinggi mejadikan solid dan kebersamaan,” katanya.

Namun, dia mengingatkan bahwa adat istiadat dapat berbeda-beda sesuai masing-masing daerah/kelompok.

“Adat adalah hubungan antar sesama (horisontal). Tidak ada hubungannya dengan hubungan vertikal (Tuhan). Adat istiadat bukan agama,” tegasnya. (Hotman/hm22)

REPORTER: