Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pemkab Samosir Dorong Program Lisdes 2026-2029 Jangkau Wilayah Pelosok

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 19.16 WIB
pemkab_samosir_dorong_program_lisdes_20262029_jangkau_wilayah_pelosok

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk saat mengikuti kegiatan sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan.(foto:dokumen Pemkab/Mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID (8/10/2026) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir mendorong percepatan pemerataan akses listrik hingga wilayah pelosok melalui Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029 untuk membuka akses listrik bagi masyarakat yang belum menikmati sambungan listrik, terutama bagi warga kurang mampu dan permukiman yang berada jauh dari jaringan PLN.

Dorongan tersebut disampaikan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk saat mengikuti kegiatan sinkronisasi usulan lokasi Program Listrik Perdesaan serta fasilitasi penyiapan lahan dan penyelesaian perizinan di Provinsi Sumatera Utara, Rabu (7/10/2026), di Kantor PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menegaskan, pemerataan akses listrik harus menyentuh masyarakat yang selama ini belum terlayani jaringan listrik, terutama warga yang kurang mampu.

“Kami mengusulkan agar masyarakat yang tidak mampu dan sampai saat ini belum memiliki sambungan listrik dapat menjadi perhatian dalam Program Listrik Perdesaan. Jarak dari titik jaringan atau titik api ke permukiman masyarakat cukup bervariasi, sehingga diperlukan dukungan dan perhatian pemerintah provinsi maupun Kementerian ESDM agar kebutuhan masyarakat ini dapat ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menurut Ariston, kondisi geografis Samosir dengan permukiman yang tersebar menjadi salah satu tantangan dalam perluasan jaringan listrik. Diperlukan perencanaan dan koordinasi lintas sektor agar pembangunan jaringan dapat menjangkau masyarakat secara efektif.

“Kami juga berharap penataan kabel dapat menjadi perhatian, sehingga selain memberikan kenyamanan dan kemudahan kepada masyarakat, jaringan listrik juga tetap tertata, memperhatikan keindahan dan keasrian lingkungan. Ini penting bagi Samosir sebagai daerah yang memiliki potensi pariwisata,” katanya.

Ariston menyatakan Pemkab Samosir siap memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Kementerian ESDM, PLN, serta pihak terkait lainnya dalam menindaklanjuti usulan tersebut untuk mempercepat terwujudnya pemerataan akses listrik di Kabupaten Samosir.

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor, menegaskan bahwa ketersediaan listrik bukan hanya berkaitan dengan penerangan, tetapi merupakan salah satu instrumen penting dalam menggerakkan perekonomian, mendukung pendidikan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Ia menyebutkan terdapat 117 usulan lokasi Program Lisdes yang masuk ke Dinas ESDM Sumatera Utara dan meminta seluruh pemangku kepentingan memanfaatkan forum coaching clinic untuk menyelesaikan berbagai persoalan, terutama terkait perizinan dan hambatan di lapangan.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna, menyampaikan pemerintah tetap memprioritaskan penuntasan akses listrik di wilayah pelosok untuk mencapai target rasio elektrifikasi 100 persen pada 2029.

"Dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan akses jalan, kepastian data koordinat, penyelesaian izin pemanfaatan kawasan hutan, serta sosialisasi Right of Way (ROW) kepada masyarakat sangat penting agar pembangunan jaringan distribusi tidak terkendala persoalan lahan dan sosial," katanya.

General Manager PT PLN (Persero) UID Sumatera Utara, Rizky Mochamad, menegaskan kesiapan PLN untuk melaksanakan pembangunan infrastruktur Lisdes di lapangan.

"Kepastian perizinan dan aksesibilitas menjadi faktor penting untuk memastikan pembangunan berjalan lancar dan manfaat listrik benar-benar dirasakan masyarakat," sebutnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN