Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pemkab Samosir Bentuk Satgas Antisipasi Bencana Hidrometeorologi

Mistar.idRabu, 3 Desember 2025 pukul 19.07 WIB
pemkab_samosir_bentuk_satgas_antisipasi_bencana_hidrometeorologi

Rapat koordinasi lintas sektoral kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Samosir. (foto/istimewa/mistar)

news_banner

Samosir, MISTAR.ID

Pemerintah Kabupaten Samosir membentuk satuan tugas (satgas) kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi untuk memaksimalkan koordinasi dan respons cepat apabila terjadi bencana di wilayah itu.

Satgas bencana dibentuk dalam rapat koordinasi lintas sektoral kesiapsiagaan menghadapi bencana yang dilaksanakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Samosir, Selasa (2/12/2025) di Aula Kantor Bupati Samosir.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Samosir, Marudut Tua Sitinjak, mengatakan berbagai kejadian bencana yang terjadi di wilayah Sumatera Utara (Sumut) menjadi pelajaran bagi Kabupaten Samosir untuk memperkuat mitigasi.

“Melihat dampak bencana di sejumlah daerah, kita harus meningkatkan kesiapsiagaan agar kejadian serupa tidak terjadi di Samosir. Upaya perlindungan masyarakat dan penanggulangan bencana harus dilakukan secara terencana dan terpadu,” tegasnya.

Marudut mengungkapkan, pembentukan satgas kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selanjutnya akan ditetapkan melalui Keputusan Bupati Samosir.

Anggota DPRD Samosir, Renaldi Naibaho, meminta seluruh pemangku kepentingan mengantisipasi intensitas curah hujan yang meningkat pada bulan Desember ini.

“SOP ( Standar Operasional Prosedur) evakuasi, peta rawan bencana, serta sistem peringatan dini yang terintegrasi sangat diperlukan. DPRD Samosir berkomitmen mendukung pemerintah daerah dalam upaya mitigasi hidrometeorologi,” ujarnya.

Kepala Pelaksana BPBD Samosir, Sarimpol Simanihuruk, menjelaskan bahwa pembentukan satgas merupakan bagian dari kesiapsiagaan daerah untuk menghadapi potensi bencana.

“Samosir hingga saat ini dalam kondisi aman, namun antisipasi dan dukungan anggaran tetap diperlukan agar langkah penanganan berjalan optimal,” sebutnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah Silangit melalui Kepala UPT, Gatot Rudiantoro, menyampaikan bahwa Kabupaten Samosir memiliki potensi bencana banjir, longsor, kebakaran hutan, dan gempa.

Ia mengatakan curah hujan pada bulan Desember hingga Maret diprediksi berada pada kategori menengah yaitu 100–300 mm. BMKG juga memberikan peringatan bahwa potensi longsor tinggi berada di Kecamatan Nainggolan, Onan Runggu, Ronggur Nihuta, Harian, dan Sianjur Mula-mula.

“Monitoring cuaca akan diperbarui setiap tiga hari apabila terdapat potensi hujan deras. Meskipun kondisi Samosir relatif aman, kewaspadaan tetap harus ditingkatkan,” kata Gatot.

Dalam rapat koordinasi lintas sektoral tersebut, diketahui Polres Samosir telah menyiagakan 138 personel yang terbagi dalam tiga regu evakuasi cepat serta mengaktifkan posko penerima laporan dan memetakan potensi bencana meliputi banjir, tanah longsor, dan kebakaran, terutama pada wilayah lereng perbukitan.

Sementara itu, UPT Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah XIII Dolok Sanggul merekomendasikan supaya dilakukan langkah cepat berupa patroli rutin, pemetaan rawan longsor, serta pembersihan alur dan drainase sungai untuk mencegah sumbatan air. (hm16)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN