Pemerintah Targetkan 1.000 Kampung Nelayan pada 2027, Bagaimana Potensi Labura?

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Dedy Irawan saat menjawab pertanyaan wartawan usai pelantikan DPC PAN se-Labura di Hotel Anugrah Aekkanopan, Jumat (16/10/2026). (Foto : Sunusi/Mustar)
Labura, MISTAR.ID – Pemerintah menargetkan pembentukan 1.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia pada 2027. Pembentukannya harus melalui usulan pemerintah daerah (pemda) lewat dinas terkait.
Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Dedy Irawan, seusai pelantikan delapan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Amanat Nasional (PAN) se-Labuhanbatu Utara di Hotel Anugrah Aekkanopan, Jumat (16/10/2026) sore.
“Tahun depan, kita menargetkan 1.000 kampung nelayan di Indonesia,” ujar Dedy, yang juga menjabat Sekretaris DPW PAN Sumatera Utara.
Ia menjelaskan, pembentukan kampung nelayan memerlukan sejumlah persyaratan, di antaranya ketersediaan lahan, keberadaan nelayan, serta usulan dari pemerintah daerah.
Berdasarkan data yang dimilikinya, hingga saat ini belum ada kampung nelayan di wilayah Labuhanbatu Raya yang meliputi Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara (Labura), dan Labuhanbatu Selatan (Labusel).
“Di Labuhanbatu Raya belum ada kampung nelayan,” sebutnya.
Saat ditanya mengenai potensi Labura untuk menjadi lokasi pembentukan kampung nelayan, Dedy mengatakan peluang tersebut terbuka selama daerah itu memiliki wilayah laut dan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan.
Dengan adanya kampung nelayan, pemerintah akan membangun berbagai sarana dan fasilitas yang dibutuhkan nelayan. Program tersebut bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Terkait kemungkinan Labura telah mengajukan usulan pembentukan kampung nelayan, Dedy mengaku belum mengetahui informasi tersebut. Ia menyarankan agar hal itu dikonfirmasi kepada dinas terkait di Kabupaten Labuhanbatu Utara.












































