Thursday, October 8, 2026
home_banner_first
SUMUT

Pasien HD yang Antre di RSUD Sidikalang Sudah 60 Orang, Ada yang Menunggu hingga 4 Bulan

Mistar.idKamis, 8 Oktober 2026 pukul 13.04 WIB
pasien_hd_yang_antre_di_rsud_sidikalang_sudah_60_orang_ada_yang_menunggu_hingga_4_bulan

RSUD Sidikalang. (Foto: Heppy Julius/Mistar)

news_banner

Dairi, MISTAR.ID – Pasien cuci darah atau hemodialisis (HD) di RSUD Sidikalang, Kabupaten Dairi, sudah mencapai 60 orang. Banyaknya pasien yang mengantre karena jumlah mesin HD yang tersedia terbatas.

Beberapa pasien harus dirujuk ke rumah sakit lain. Salah satu pasien berinisial TM, warga Desa Lae Panginuman, Kecamatan Silima Pungga-pungga, Kabupaten Dairi, mengatakan ia sudah menunggu selama empat bulan. Namun, hingga saat ini belum juga mendapatkan nomor antrean.

Solusinya, keluarga harus bolak-balik membawa TM ke salah satu rumah sakit di Medan. Kondisi tersebut dinilai cukup membebani keluarga dari sisi biaya dan tenaga.

“Kami berharap bapak ini bisa masuk daftar antrean di RSUD Sidikalang. Sebab kalau ke luar daerah, biaya kos tinggi, sementara ekonomi kami juga pas-pasan,” kata keluarga TM, Kamis (8/10/2026).

Kepala Bidang Pelayanan dan Penunjang Medik RSUD Sidikalang, dr Lestina Sianturi, menjelaskan saat ini rumah sakit memiliki 12 unit mesin HD.

Namun, hanya 11 unit yang dapat beroperasi karena satu mesin rusak. Dari jumlah tersebut, 10 mesin digunakan untuk pasien noninfeksi dan satu mesin untuk pasien infeksi.

Menurut Lestina, kapasitas pelayanan saat ini sekitar 54 pasien. Selain pasien asal Dairi, RSUD Sidikalang juga melayani pasien dari Kabupaten Pakpak Bharat dan Provinsi Aceh yang sebelumnya telah mendaftar ketika kapasitas mesin masih tersedia.

“Untuk saat ini jumlah antrean pasien HD kurang lebih 54 orang. Biasanya akan dibuat daftar antrean kalau memang ada kuota,” kata Lestina.

Kuota baru dapat tersedia apabila ada pasien sebelumnya yang meninggal dunia atau pindah daerah. Setelah itu, pasien yang berada dalam daftar tunggu dapat dimasukkan ke antrean pelayanan.

Lestina menyebutkan, jumlah pasien yang telah mendaftar tetapi belum masuk antrean mencapai sekitar 60 orang. Untuk pasien tersebut, RSUD Sidikalang mengambil langkah dengan merujuknya ke rumah sakit lain.

Ia menjelaskan, satu kali proses cuci darah membutuhkan waktu sekitar 5-6 jam. Sementara itu, ada pasien yang membutuhkan cuci darah hingga dua kali dalam seminggu.

“Satu mesin HD dapat digunakan untuk dua pasien berbeda, sedangkan kebutuhan frekuensi cuci darah setiap pasien berbeda-beda. Ada pasien yang menjalani cuci darah satu kali dalam seminggu,” ujarnya.

Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, RSUD Sidikalang telah mengusulkan penambahan enam unit mesin HD. Namun, hingga kini tambahan mesin tersebut belum terealisasi.

“Sudah kami ajukan penambahan mesinnya, tetapi belum datang. Kalaupun sudah datang, prosesnya masih menunggu kredensial di BPJS, kemudian selesainya perawat yang sedang pelatihan, baru bisa nambah kuota,” ujar Lestina.

Terkait pasien yang belum mendapatkan antrean, pihak RSUD Sidikalang memberikan edukasi.

“Kalau tidak bisa kami lakukan di sini, biasanya kami edukasi untuk dirujuk ke RS yang bisa cuci darah. Kalau masuk melalui IGD, kebetulan memang tidak ada bisa. Biasanya kami rujuk memakai ambulans,” katanya.

Sebelumnya diberitakan Mistar, sebanyak 20 mesin HD di RSUD Sidikalang telah beroperasi sejak Januari 2026. Dengan 20 mesin HD, RS dapat melayani hingga 40 pasien per hari dan menjadikan Dairi sebagai pusat layanan HD bagi lima wilayah di sekitarnya.[]



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN