Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
KESEHATAN

Pasien Cuci Darah Protes Vitamin Tak Disuntikkan, RSUD Djasmen Saragih: Terkendala Aturan BPJS

Mistar.idMinggu, 1 Maret 2026 pukul 17.48 WIB
pasien_cuci_darah_protes_vitamin_tak_disuntikkan_rsud_djasmen_saragih_terkendala_aturan_bpjs

Teks Foto : RSUD Djasmen Saragih Kota Pematangsiantar. (foto:istimewa/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Seorang pasien cuci darah di RSUD Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, Rikkar Napitu, mengaku keberatan atas tindakan perawat yang menolak menyuntikkan vitamin usai menjalani prosedur hemodialisis. Ia menilai penolakan itu tidak disertai penjelasan yang memadai saat kejadian yang dialaminya beberapa waktu lalu.

Menurut Rikkar, vitamin tersebut dibeli secara mandiri dan rencananya akan disuntikkan setelah proses cuci darah selesai. Namun, perawat yang bertugas kala itu menolak melakukan penyuntikan dengan alasan aturan rumah sakit.

“Saya hanya ingin menambah vitamin supaya kondisi tubuh lebih stabil setelah cuci darah. Tapi perawat tidak mau menyuntikkan,” ujar Rikkar saat dihubungi, Minggu (1/3/2026).

Menanggapi hal tersebut, pihak Humas Rumah Sakit, Wanda Sinamo, memberikan klarifikasi. Dalam pernyataannya, pihak rumah sakit menjelaskan bahwa vitamin yang dimaksud tidak termasuk dalam obat yang ditanggung oleh BPJS Kesehatan.

“Saya sudah konfirmasi perihal pelarangan penyuntikan vitamin itu. Jadi begini, vitamin ini tidak diklaim oleh BPJS. Karena bukan termasuk klaim BPJS, maka ada pelarangan untuk penyuntikan vitamin yang dibawa sendiri oleh pasien,” tutur Wanda Sinamo saat dikonfirmasi, Minggu (1/3/2026).

Lebih lanjut dijelaskan, pelarangan tersebut bukan tanpa alasan. Rumah sakit hanya dapat memberikan obat atau tindakan medis yang sesuai dengan anjuran dan resep dokter yang menangani pasien.

Bahkan, sebutnya lagi, vitamin yang dibeli dan dibawa sendiri oleh pasien dinilai bukan bagian dari terapi yang diresepkan.

“Kenapa dilarang? Karena obat atau vitamin yang dibeli itu bukan anjuran dokter. Kami harus mengikuti prosedur dan aturan yang berlaku,” ujarnya lagi.

Pihak rumah sakit menyatakan akan mengakomodasi kebutuhan pasien ke depan dengan menyediakan vitamin dari rumah sakit sendiri, termasuk proses penyuntikannya, selama sesuai dengan rekomendasi dokter.

“Ke depannya, kami akan mengadakan penyuntikan vitamin dari rumah sakit langsung. Jadi, vitaminnya dari rumah sakit, penyuntikannya juga oleh tenaga medis rumah sakit, dan tentu sesuai dengan anjuran dokter,” ujarnya. (hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN