OK Zulfani Anhar Resmi Pimpin SNKI Sumut 2026–2030, Dilantik Fadli Zon

OK Zulfani Anhar saat menerima cenderamata dari Ketua Umum SNKI Fadli Zon. (foto:istimewa/mistar)
Medan, MISTAR.ID
OK Zulfani Anhar resmi menjabat Ketua Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) Koordinator Wilayah Sumatera Utara periode 2026–2030.
Pria yang dikenal sebagai penggiat budaya dan pemerhati perkerisan ini dilantik langsung Ketua Umum SNKI sekaligus Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada Minggu (8/3/2026).
OK Zulfani Anhar menegaskan komitmennya untuk memajukan SNKI Sumut serta menjadikan keris sebagai simbol identitas dan kebijaksanaan budaya bangsa Indonesia.
“Pastinya saya mengharapkan sinergi antara tokoh budaya, akademisi, dan masyarakat dalam memajukan SNKI, khususnya merawat tradisi perkerisan di Sumut,” kata OK kepada Mistar, Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Fadli Zon Dukung Pelestarian Budaya Melayu Sumatera Timur: Besalen dan Museum Keris Akan Dibangun
OK menyadari SNKI memiliki peran sangat strategis dalam memperkenalkan kembali makna keris kepada generasi muda.
Untuk itu, para tokoh diharapkan dapat memperkuat arah gerakan pelestarian keris di Sumut, baik melalui kajian akademik, penguatan tradisi empu, maupun pengembangan kegiatan budaya di tengah masyarakat.
“Berbagai kegiatan seperti pameran keris, seminar budaya, diskusi ilmiah hingga program edukasi masyarakat menjadi bagian dari upaya SNKI merawat tradisi perkerisan,” pungkas pria yang menjabat sebagai Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Medan ini.
Sebelumnya, Ketua Umum SNKI, Fadli Zon, menegaskan bahwa keris merupakan simbol kebudayaan yang sarat nilai sejarah, filosofi, dan spiritualitas.
“Keris bukan sekadar senjata tradisional, ia adalah Masterpiece of the Oral and Intangible Heritage of Humanity yang telah diakui UNESCO. Di dalam sebilah keris tersimpan nilai filosofi, doa, teknologi metalurgi masa lampau, dan identitas ke-Bhinnekaan kita. Melestarikan keris berarti kita sedang merawat memori kolektif bangsa, menjaga adab, dan menghormati para leluhur pencipta peradaban,” tuturnya.
Untuk diketahui, kepengurusan SNKI Korwil Sumatera Utara periode ini juga diperkuat sejumlah tokoh budaya, akademisi, dan pakar perkerisan yang tergabung sebagai sesepuh serta dewan pakar organisasi.
Di antaranya adalah Rudi Oei, Ichwan Azhari, M Muhar Omtatok, Ari Widiyanto, Jimmy Siahaan, dan Wisnu Wijaya, serta sejumlah tokoh penting lainnya. (hm27)

















