Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Libur Sekolah Dimanfaatkan Warga Kisaran Asahan untuk Khitan Anak

Mistar.idSenin, 22 Desember 2025 18.29
journalist-avatar-top
PR
libur_sekolah_dimanfaatkan_warga_kisaran_asahan_untuk_khitan_anak

Orang tua memanfaatkan waktu libur sekolah mengantarkan anaknya berkhitan (sunat). (foto: Perdana/Mistar)

news_banner

Asahan, MISTAR.ID

Masa libur sekolah yang berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026 dimanfaatkan banyak orang tua di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, untuk mengantarkan anak-anak mereka menjalani khitan atau sunat. Sejumlah rumah sunat dan praktik khitan tampak ramai didatangi pasien sejak awal liburan.

Salah satu lokasi yang ramai dikunjungi adalah praktik rumah khitan di Jalan Malik Ibrahim, Kisaran. Pada hari pertama libur sekolah, tempat ini melayani belasan anak dari berbagai usia yang datang bersama orang tua mereka. Para orang tua menilai libur sekolah menjadi waktu paling tepat karena anak memiliki cukup waktu untuk beristirahat dan memulihkan diri tanpa mengganggu aktivitas belajar.

“Kalau sunat saat libur sekolah, anak bisa fokus istirahat di rumah. Tidak terburu-buru masuk sekolah dan tidak ketinggalan pelajaran,” ujar Agus Salim, salah satu orang tua yang mengantarkan anaknya berkhitan, Senin (22/12/2025).

Agus mengaku memilih metode sunat modern yang kini semakin diminati masyarakat. Menurutnya, perkembangan teknologi medis membuat proses khitan tidak lagi menakutkan seperti dulu.

“Sekarang sudah ada sunat laser tanpa jahit, cukup dilem saja. Kata dokter, masa penyembuhannya cepat, sekitar dua hari sudah bisa beraktivitas ringan,” katanya.

Hal senada disampaikan dokter sunat, Akmal Mukmin, yang menangani banyak pasien selama libur sekolah. Ia menjelaskan lonjakan pasien setiap musim liburan sudah menjadi fenomena tahunan.

“Setiap libur sekolah, terutama akhir tahun, jumlah pasien meningkat cukup signifikan. Dalam sehari bisa belasan anak,” jelas Akmal.

Menurut Akmal, metode sunat modern seperti laser atau klem kini menjadi pilihan utama karena lebih praktis dan minim risiko.

“Keunggulannya tanpa jahitan, perdarahan minimal, dan waktu penyembuhan jauh lebih singkat. Rata-rata dua sampai tiga hari anak sudah nyaman beraktivitas,” ujarnya.

Ia juga mengimbau para orang tua untuk tetap memperhatikan perawatan pasca-sunat agar proses penyembuhan berjalan optimal.

“Meski cepat sembuh, perawatan tetap penting, seperti menjaga kebersihan dan mengikuti anjuran medis,” tambahnya.

Fenomena ramainya rumah sunat di Kisaran menunjukkan bahwa libur sekolah tidak hanya dimanfaatkan untuk berwisata, tetapi juga menjadi momen penting bagi keluarga untuk menjalani tradisi dan kebutuhan kesehatan anak secara lebih nyaman dan terencana.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN