H-3 Natal, Arus Penyeberangan Ajibata–Ambarita Danau Toba Mulai Meningkat

Kendaraan menunggu antrean di Pelabuhan Ajibata sebelum menyeberang menuju Ambarita H-3 Natal 2025.(foto: Indra/mistar)
Toba, MISTAR.ID
Arus penyeberangan kapal feri di lintasan Ajibata–Ambarita, Danau Toba, mengalami peningkatan pada H-3 perayaan Natal 2025. Kenaikan jumlah penumpang dan kendaraan didominasi pemudik asal Kabupaten Samosir yang pulang dari berbagai daerah perantauan untuk merayakan Natal bersama keluarga.
General Manager PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Danau Toba, Nikson Ambarita, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi lonjakan arus dengan menyiapkan pelayanan maksimal. ASDP, kata dia, siap mengoperasikan kapal hingga subuh apabila terjadi peningkatan signifikan volume kendaraan di pelabuhan.
“Pada intinya kami siap melayani penyeberangan para pemudik. Jika volume kendaraan terus bertambah, maka jadwal penyeberangan akan segera ditambah sesuai kondisi di lapangan,” ujar Nikson, Senin (22/12/2025).
Ia menegaskan seluruh armada yang dioperasikan telah memenuhi standar kelayakan dan keselamatan pelayaran sesuai ketentuan pemerintah. Dengan demikian, pengguna jasa diminta tidak khawatir saat melakukan perjalanan di lintasan Ajibata–Ambarita.
“Keselamatan penumpang tetap menjadi prioritas utama kami,” katanya.
ASDP juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian tiket lebih awal guna menghindari antrean dan penumpukan kendaraan di area pelabuhan. Saat ini, pemesanan tiket telah dibuka hingga 5 Januari 2026 dan dapat dilakukan melalui laman Ferizy.
Sejumlah pengguna jasa mengapresiasi kesiapan ASDP dalam menghadapi arus mudik Natal. Salah seorang penumpang, Rinto Sihotang, pemudik asal Medan yang hendak menuju Samosir, mengaku pelayanan penyeberangan berjalan tertib meski volume kendaraan mulai meningkat.
“Memang kendaraan sudah mulai ramai, tapi antreannya masih teratur,” ujarnya.
Peningkatan arus penyeberangan Ajibata–Ambarita diperkirakan akan terus berlangsung hingga mendekati puncak libur Natal dan Tahun Baru, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat menuju Pulau Samosir.






















