Friday, April 4, 2025
home_banner_first
SUMUT

Keunikan Biodiversity Geodiversity dan Culture Potensi Besar Industri Pariwisata Toba

journalist-avatar-top
Selasa, 28 November 2023 19.23
keunikan_biodiversity_geodiversity_dan_culture_potensi_besar_industri_pariwisata_toba

keunikan biodiversity geodiversity dan culture potensi besar industri pariwisata toba

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Ditetapkannya kawasan Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) oleh pemerintah pusat, serta anggota Unesco Global Geopark (UGG), Pemkab Toba akan menjadikan wilayahnya pariwisata berbasis budaya Batak dengan keunikan biodiversity, geodiversity dan culturenya, sehingga tidak tergerus dengan kemajuan zaman.

Seperti disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Toba, Augus Sitorus pada Selasa (28/11/23), Kaldera Danau Toba terbentuk memiliki sejarah panjang puluhan ribu tahun lalu sudah tentu memiliki keragaman hayati dan keanekaragaman geologi yang terkandung, khususnya di Kabupaten Toba, sehingga berpotensi sebagai industri pariwisata yang menjanjikan untuk peningkatan ekonomi dari sektor pariwisata.

“Kekayaan spesies di Kabupaten Toba seperti hewan, tumbuhan, jamur dan bakteri. Begitu juga spesies yang belum ditemukan, serta keunikan komponen geologi contohnya mineral, fosil dan batuan, apalagi proses evolusi yang terjadi selama terjadinya letusan Gunung Toba hingga menjadi sebuah danau,” terang Augus.

Baca juga:Pemkab Toba Diminta Lebih Maksimal Promosikan Pariwisata

Namun untuk melengkapi pariwisata sumber kekayaan alam yang terdapat di Kabupaten Toba, harus tetap menjaga budaya (culture) Batak yang diperkirakan sudah ada sejak ribuan tahun, bagaimana perubahannya seiring waktu dan perubahan zaman.

“Untuk itu pemerintah memikirkan jauh ke depan, bagaimana budaya Batak bisa bertahan dengan peradaban dunia mulai masuk yang bisa tergerus melalui kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan. Maka akan memberikan literasi kepada masyarakat, secara khusus generasi muda, baik melalui tulisan dan pengembangan seni budaya maupun kurikulum budaya Batak secara formal,” imbuhnya.

Agus berharap, agar masyarakat Batak jangan pernah merubah karakternya sesuai dengan budaya yang sudah dikenal di domestik dan mancanegara. Bahkan sudah berdiaspora ke berbagai wilayah, menjadi berbanding terbalik dengan budaya di daerah asalnya beralih menjadi budaya modern, melupakan falsafah Batak dengan Dalihan Natolu nya.

Baca juga:Bangkitkan Gairah Perfilman Lokal, Dinas Pariwisata Medan Bersama Kemendikbud dan BPI Gelar MFF 2023

“Salah satu upaya awal akan menampilkan ornamen-ornamen budaya Batak, seperti bentuk bangunan perkantorannya berupa tulisan, gorga (lukisan) dan lainnya untuk mengingatkan setiap masyarakat bahwa Batak memiliki jiwa seni tinggi, serta aksara sudah sempurna,” pungkasnya.

Lanjut dia, menyempurnakan kawasan industri pariwisata di Danau Toba, khususnya Kabupaten Toba harus sinkronisasi dengan pemerintah pusat, melalui pembangunan jangka menengah dan pembangunan jangka panjang baik dalam menggali dan melestarikan geologi, culture dan infrastruktur, serta memudahkan investor untuk berinvestasi dalam sektor pariwisata.

Salah satu dukungan yang diberikan pemerintah pusat, yakni telah mempromosikan Danau Toba melalui event-event internasional, lalu menjadi tugas kedepannya melakukan promosi setiap spot wisata yang ada menjadi daya tarik setiap wisatawan melalui budaya yang dimiliki orang Batak serta kekayaan hayati, geologi dan biodiversity, sehingga setiap pengunjung memiliki waktu lebih lama di Kabupaten Toba.

Baca juga:Polda Sumut Hadirkan Polisi Pariwisata dalam Aquabike Jetski Toba 2023

Diterangkan Augus, dalam penyempurnaan seluruh poin tersebut, pihaknya lagi menggodok Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang saat ini dalam tahap pengkajian untuk penyempurnaan dalam menentukan zona-zona strategis objek wisata di 16 Kecamatan, seperti sepanjang garis pantai Danau Toba, zona akomodasi maupun zona agrowisata.

Dalam tahapan ini, ada 7 Kecamatan menjadi awal prioritas, yakni Ajibata, Balige, Laguboti, Sigumpar dan Narumonda, sehingga investor akan lebih mudah berinvestasi.

“Kita ingin menjadikan Kabupaten Toba selain untuk bersantai bisa sebagai tempat bekerja. Sebab seiring kemajuan zaman di era digitalisasi bekerja tidak harus di kantor, bisa dilakukan dimana saja.Masyarakat harus optimis kedepannya  kunjungan wisata akan meningkat melalui kerja sama masyarakat dengan pemerintah, dalam pengembangan dan pembangunan di Kabupaten Toba serta dukungan pemerintah pusat,” ujar Agus. (nimrot/hm16)

REPORTER: