Monday, July 13, 2026
home_banner_first
SUMUT

Jambur Desa Simempar Rusak Parah Diterjang Puting Beliung, Warga Minta Segera Diperbaiki

Mistar.idSenin, 25 Mei 2026 pukul 16.27 WIB
jambur_desa_simempar_rusak_parah_diterjang_puting_beliung_warga_minta_segera_diperbaiki

Kondisi jambur Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deli Serdang yang mengalami kerusakan parah akibat diterjang angin puting beliung. (Foto: Sembiring/Mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Bangunan jambur milik Desa Simempar, Kecamatan Gunung Meriah, Kabupaten Deli Serdang mengalami kerusakan parah setelah diterjang angin puting beliung beberapa waktu lalu.

Bangunan yang disebut dibangun menggunakan dana desa senilai ratusan juta rupiah itu kini tidak lagi dapat digunakan untuk aktivitas masyarakat.

Sebagian besar atap seng hilang, sementara struktur bangunan hanya menyisakan tiang beton dan kawat baja pengikat rangka atap.

Berdasarkan pantauan, lokasi jambur yang berada di kawasan perbukitan diduga menjadi salah satu faktor bangunan mudah terdampak terpaan angin kencang.

“Sudah lama rusaknya, tapi pihak desa belum juga memperbaikinya. Memang di lokasi itu anginnya cukup kencang karena berada di atas bukit,” ujar seorang warga bermarga Tarigan saat dikonfirmasi, Senin (25/5/2026).

Warga berharap pemerintah desa segera melakukan perbaikan agar bangunan tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk kegiatan masyarakat.

Warga lainnya juga menilai pembangunan jambur di kawasan perbukitan kurang mempertimbangkan faktor geografis dan kondisi cuaca.

“Lokasinya berada di bukit tinggi dan tidak ada bangunan lain di sekitarnya, sehingga mudah terkena terpaan angin kencang. Jambur itu dibangun semasa kepala desa Wari Tarigan,” kata warga lainnya.

Sementara itu, Kepala Desa Simempar, Simar Sembiring, membenarkan kerusakan jambur tersebut akibat bencana alam.

“Rusaknya karena bencana alam, diterjang angin puting beliung,” ujar Simar Sembiring saat dikonfirmasi.

Ia belum merinci rencana maupun anggaran perbaikan bangunan jambur tersebut. Namun, pemerintah desa disebut akan berupaya mencari solusi agar fasilitas umum itu dapat kembali digunakan masyarakat.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN