Jalan Rusak Air Joman Diusulkan Masuk APBD 2027, DPRD Sumut Buka Peluang Perbaikan Lebih Cepat

Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara, Yahdi Khoir Harahap. (Foto: Ari/Mistar)
Medan, MISTAR.ID (23/6/2026) - Wakil Ketua Komisi D DPRD Sumatera Utara (Sumut), Yahdi Khoir Harahap, mendorong perbaikan jalan di Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, dapat masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027.
Hal itu disampaikan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut usai menerima audiensi sejumlah perwakilan masyarakat Kecamatan Air Joman, Kabupaten Asahan, di DPRD Sumut, Selasa (23/6/2026).
Ia turut mengapresiasi kehadiran masyarakat yang secara langsung menyampaikan aspirasi mereka. Namun, ia menjelaskan bahwa ruas jalan yang dimaksud belum masuk dalam alokasi APBD Tahun Anggaran 2026.
“Kami memahami harapan masyarakat agar jalan ini segera diperbaiki. Namun, untuk tahun ini belum masuk dalam APBD. Karena itu, kami mengusulkan agar pembangunan ruas jalan tersebut dianggarkan pada tahun 2027 sehingga dapat dikerjakan secara menyeluruh,” ujar Yahdi kepada Mistar.
Di sisi lain, masyarakat berharap perbaikan dapat direalisasikan lebih cepat tanpa harus menunggu tahun depan. Menanggapi hal itu, ia menjelaskan bahwa terdapat kemungkinan penggunaan dana bencana atau belanja tidak terduga, dengan syarat pemerintah daerah terlebih dahulu mengeluarkan surat keterangan status bencana.
“Kalau ingin dipercepat melalui skema dana bencana, harus ada surat keterangan dari kepala daerah yang menyatakan kondisi tersebut sebagai daerah terdampak bencana dan perlu menjadi prioritas penanganan,” katanya.
Ia menambahkan, anggaran penanganan melalui skema bencana tidak berasal dari Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi, dan Cipta Karya Sumut, melainkan melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Provinsi Sumatera Utara.
Menurutnya, opsi terbaik tetap melalui penganggaran reguler pada tahun 2027 agar pembangunan dapat dilakukan secara tuntas. Sebab, apabila menggunakan dana bencana, cakupan pekerjaan kemungkinan hanya terbatas pada titik-titik kerusakan yang paling parah.
“Sebenarnya akan lebih baik jika masyarakat bisa bersabar hingga masuk penganggaran tahun 2027 sehingga pengerjaannya bisa tuntas. Jika melalui dana bencana, kemungkinan yang dapat ditangani lebih cepat hanya sekitar 1,5 kilometer pada titik kerusakan paling fatal,” ucap legislator asal Kabupaten Asahan itu.
Sebagai contoh perjuangan yang dilakukannya, ia mengungkapkan bahwa Pemprov Sumut telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp6,65 miliar untuk pekerjaan pembukaan dan penimbunan Jalan Gertak Serong–Sarang Elang–Sei Sembilang hingga perbatasan Kabupaten Labuhanbatu Utara atas usulannya.
“Kita berharap sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat di Air Joman,” tuturnya. (hm27)
BERITA TERPOPULER























