Thursday, October 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Cipayung Plus Asahan Duduki Ruang Paripurna DPRD

Mistar.idKamis, 22 Oktober 2026 pukul 13.59 WIB
dua_tahun_pemerintahan_prabowogibran_cipayung_plus_asahan_duduki_ruang_paripurna_dprd_

Suasana aktivis mahasiswa dari Cipayung Plus saat menduduki Gedung DPRD Asahan. (Foto: Perdana Ramadhan/Mistar)

Asahan, MISTAR.ID (22/10/2026) — Massa aksi Cipayung Plus Kabupaten Asahan menduduki ruang rapat paripurna utama di Gedung DPRD Asahan dalam demonstrasi memperingati 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis (22/10/2026).

Dalam aksinya, kelompok mahasiswa yang terdiri dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah (HIMMAH) menyoroti beberapa persoalan nasional di bawah Pemerintahan Prabowo-Gibran.

Beberapa isu nasional yang dibawa antara lain ketidakmampuan pemerintah menghadapi persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi berbulan-bulan, evaluasi terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) hingga permasalahan kesejahteraan guru honorer, proyek revitalisasi, serta peningkatan anggaran untuk infrastruktur yang masih memprihatinkan.

Mulanya, massa aksi mahasiswa yang berjumlah hampir seratusan orang menggelar aksi damai dan menyuarakan aspirasi di Gedung DPRD Asahan. Beberapa menit menyampaikan orasi secara bergantian, massa tiba-tiba merangsek masuk ke lantai dua gedung utama, yakni ruang rapat paripurna DPRD Asahan.

Di meja utama ruang paripurna, satu per satu perwakilan organisasi mahasiswa menyampaikan aspirasi dan tuntutan mulai dari isu nasional hingga persoalan sosial dan lingkungan yang belum tertangani di tingkat nasional maupun daerah.

"Dua tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, bencana terus melanda. Mulai dari bencana banjir bandang hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di mana-mana. Ini adalah suara kami dari mahasiswa yang gelisah terhadap kondisi bangsa hari ini," tegas Syafril Dermawan Lubis, Ketua HMI Cabang Kisaran-Asahan, salah satu orator aksi.

Selain isu bencana alam dan penanganan lingkungan, aliansi mahasiswa juga mengkritik implementasi dan kejelasan berbagai kebijakan program pemerintah. Hingga berita ini ditulis, aksi di Gedung DPRD Asahan masih berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian.(hm02)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN