Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Dinkes Tapteng Pastikan Kebutuhan Medis Korban Bencana Terlayani

Mistar.idSenin, 23 Februari 2026 13.26
journalist-avatar-top
FM
dinkes_tapteng_pastikan_kebutuhan_medis_korban_bencana_terlayani_

Kepala Dinkes Tapteng, Lisnawati Panjaitan saat mendatangi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Tukka. (foto: feliks/mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Dinas Kesehatan (Dinkes) Tapanuli Tengah (Tapteng) memastikan penanganan sektor kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana terlayani dengan baik.

"Berbagai langkah darurat hingga pemulihan jangka menengah telah dijalankan secara terpadu oleh Dinkes sejak bencana alam yang terjadi pada 25 November 2025 hingga saat ini," ujar Kepala Dinkes Tapteng, Lisnawati Panjaitan, Senin (23/2/2026).

Sesuai instruksi Bupati Tapteng Masinton Pasaribu, Dinkes Tapteng mempercepat berbagai program pelayanan kesehatan guna memastikan kebutuhan medis warga tetap terpenuhi.

“Sejak hari pertama pasca bencana, pelayanan kesehatan 24 jam telah dibuka di seluruh puskesmas dan posko pengungsian. Tenaga kesehatan disiagakan secara bergiliran untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan,” katanya.

Menurut Lisnawati, hingga saat ini pelayanan kesehatan berjalan optimal dan aktif setiap hari di seluruh lokasi pengungsian. Selain layanan medis, perhatian juga diberikan pada aspek psikososial.

"Tim kesehatan secara rutin melakukan pemantauan kondisi mental masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia," ucapnya.

Selain itu, lanjut Lisnawati, edukasi kesehatan dan dukungan psikologis terus dilakukan serta akan diperluas melalui penyusunan jadwal lanjutan agar menjangkau lebih banyak warga terdampak.

Untuk menjaga kesehatan bayi dan balita, imunisasi telah dilaksanakan di sejumlah titik pengungsian. Vaksin yang sebelumnya disimpan di Balai Besar Karantina Kesehatan Sibolga kini telah didistribusikan.

"Pelayanan imunisasi dilakukan melalui posyandu dan posko kesehatan di wilayah terdampak," katanya.

Upaya pencegahan penyakit menular juga digencarkan. Fogging pencegahan demam berdarah dilaksanakan di kawasan pengungsian, seperti GOR Pandan dan permukiman sekitar. "Vaksinasi rabies juga turut diberikan sebagai langkah antisipasi penyebaran penyakit dari hewan," ucapnya.

Dalam rangka deteksi dini, sambung Lisnawati, surveilans kesehatan aktif dilakukan di seluruh puskesmas. Verifikasi sinyal penyakit yang berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) terus dipantau, termasuk pengiriman spesimen suspek campak untuk pemeriksaan lebih lanjut.

"Program gizi dan kesehatan anak turut diperkuat melalui layanan Pemberian Makanan Bayi dan Anak (PMBA). Pelatihan tenaga kesehatan bersama relawan dari Wahana Visi Indonesia telah dilaksanakan di UPTD Puskesmas Kolang guna meningkatkan kualitas layanan bagi bayi dan anak di Pengungsian," ujarnya.

Pelayanan bagi pasien penyakit kronis tetap berjalan melalui Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis). Pendataan pasien, monitoring pengobatan, serta distribusi obat dilakukan secara rutin dengan prioritas kelompok berisiko tinggi. Di sektor infrastruktur, rehabilitasi fasilitas kesehatan (faskes) mulai dipersiapkan.

Menurut Lisnawati, Dinkes Tapteng juga telah berkoordinasi dengan Dinkes Provinsi Sumatera Utara (Sumut) untuk pembangunan kembali Puskesmas di Manduamas, Barus, dan Sorkam sesuai standar Kementerian Kesehatan.

Pihaknya juga tidak lupa memperhatikan pengawasan kesehatan lingkungan, seperti pemeriksaan kualitas air bersih di Kecamatan Badiri guna memastikan ketersediaan air yang aman bagi masyarakat.

"Monitoring ini melibatkan relawan kemanusiaan untuk menjaga sanitasi dan mencegah penyakit berbasis lingkungan," ucapnya.

Lisnawati menegaskan, progres penanganan kesehatan pasca bencana menunjukkan hasil positif. Pelayanan kesehatan berjalan, program promotif dan preventif terus diperkuat, serta koordinasi lintas sektor semakin solid.

“Pemerintah daerah berkomitmen memperkuat layanan di pos pengungsian, meningkatkan surveilans penyakit, mempercepat rehabilitasi fasilitas kesehatan, memperluas dukungan psikososial, serta memastikan kualitas lingkungan tetap terjaga,” katanya.

Ia berharap berbagai upaya tersebut mampu mempercepat pemulihan kesehatan masyarakat serta mengembalikan kehidupan warga terdampak ke kondisi yang lebih baik.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN