Dampak BBM Langka, Pengusaha Buah Durian di Dairi Estimasi Kerugian Ratusan Juta per Hari

Buah durian milik pengusaha di Dairi siap kirim ke sejumlah daerah. (Foto: istimewa/Mistar)
Dairi, MISTAR.ID
Sejumlah pengusaha pengumpul buah durian di Kabupaten Dairi mengestimasi kerugian ratusan juta per hari dampak langkanya BBM sudah sepekan lebih.
Hal itu diutarakan S Sianturi, pengusaha pengumpul buah durian di Siempat Nempu Hulu, yang melakukan pengiriman durian ke sejumlah daerah Pulau Sumatera, Aceh dan Jawa, Kamis (4/12/2025).
Estimasi tersebut dari perhitungan buah yang dikirim dengan jumlah diatas 10 unit mobil per hari mengalami kerusakan buah akibat perjalanan terganggu karena BBM langka.
"Contohnya, buah dikirim ke Asahan, Aceh, Riau, Medan dan daerah lainnya menggunakan mobil bak terbuka pakai terpal mengalami kendala BBM dijalan, sehingga buah tidak tiba sesuai jamnya dan menjadi rusak. Estimasi biaya satu mobil, Rp12 juta hingga Rp20 juta. Buah durian rusak retak menganga tidak dibayar penerima yang mencapai satu juta per mobil. Dari situ aja estimasinya punya kita 10 juta, yang lain berikut partai besar? ya mencapai ratusan juta hitungannya. Jadi tidak tau lagi kondisi negara ini, kayaknya ekonomi masyarakatnya dijajah negaranya sendiri," kata Sianturi.
Untuk menghindari kerugian besar, para pengusaha juga mengurangi pengiriman ke sejumlah daerah. Durian dari petani tetap dikumpul sebahahagian dijadikan daging namun kerugian tetap tinggi.
Dijelaskan Sianturi, durian yang dikumpul dari petani dibeli seharga Rp10 ribu per gambang (per ikat), dan jumlah pembelian per hari bisa mencapai Rp10 ribu gambang dari petani.
Diketahui, jumlah pengusaha durian partai besar di Dairi ada puluhan pengusaha yang melakukan pengiriman menggunakan mobil pick up hingga mobil truk besar ke berbagai daerah. Dari Parongil, Tigalingga, Pardomuan, hingga Siempat Nempu Hulu.
BERITA TERPOPULER


















