Monday, June 22, 2026
home_banner_first
SUMUT

Caritas Indonesia Perpanjang Program Kemanusiaan di Tapanuli Tengah hingga 2027

Mistar.idKamis, 30 April 2026 pukul 09.41 WIB
journalist-avatar-top
FM
caritas_indonesia_perpanjang_program_kemanusiaan_di_tapanuli_tengah_hingga_2027

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu bersama Pembina Yayasan Caritas Indonesia, Mgr. Aloysius Sudarso dan Direktur Caritas-PSE Keuskupan Sibolga, Romo Walter Manurung. (foto: Keuskupan Sibolga/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Caritas Indonesia memastikan komitmennya untuk melanjutkan program kemanusiaan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) hingga 2027. Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif, Romo Fredy Rante Taruk, saat bertemu dengan Bupati Tapteng di Kantor Bupati, Rabu (29/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Romo Fredy didampingi Pembina Yayasan Caritas Indonesia, Mgr. Aloysius Sudarso, serta Direktur Caritas-PSE Keuskupan Sibolga, Romo Walter Manurung. Mereka bertemu dengan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, untuk membahas kelanjutan program pascabencana.

Romo Fredy mengatakan Caritas Indonesia merupakan lembaga kemanusiaan resmi Gereja Katolik yang berdiri pada 17 Mei 2006 di bawah naungan Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) dan berpusat di Jakarta.

Lembaga ini berfokus pada tanggap darurat bencana, rehabilitasi, pemberdayaan masyarakat, serta advokasi sosial melalui jaringan keuskupan di seluruh Indonesia.

"Pascabencana ini kita akan terus melanjutkan respon baik, sejak bulan November dan Desember kita terus bersama masyarakat, dan kita berjanji sampai Januari tahun depan akan melanjutkan program program kemanusiaan ini di Tapteng," ujarnya.

Ia juga menegaskan pentingnya akuntabilitas dalam setiap bantuan yang diterima. "Hal itu memastikan pelayanan kemanusiaan ini sungguh menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia dan dikerjakan dalam kebenaran dan keadilan, baik itu penerima manfaat maupun Pemerintah," katanya.

Sementara itu, Mgr. Aloysius Sudarso menyampaikan kehadiran pihaknya mewakili para uskup di Indonesia yang turut tergerak oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi.

"Hati kami tergerak, kita itu disatukan dalam kemanusiaan karena manusia dari agama apa, suku apa, semua di sini terdampak banjir yang patut dibantu," ucapnya.

Romo Walter Manurung menambahkan kunjungan tersebut juga bertujuan untuk melaporkan progres program tanggap darurat yang telah dilaksanakan bersama Caritas Indonesia.

"Caritas Indonesia bersama dengan Keuskupan Sibolga dan Pemerintah Kabupaten Tapteng selama ini menjalin komunikasi dan relasi serta koordinasi yang baik," tuturnya.

Ia memaparkan capaian program Emergency Appeal (EA) 2023–2025, di antaranya distribusi 1.000 paket peralatan dapur, 1.000 paket pangan, 500 paket shelter kit, dan 500 paket hygiene kit. Selain itu, telah dibangun 7 titik sumber air bersih dari 20 yang direncanakan, 3 toilet komunal, layanan kesehatan bagi 140 orang, serta pembangunan 19 unit hunian tetap dari target 152 unit.

Program lainnya mencakup promosi kesehatan di tiga desa, dukungan psikososial, serta pemulihan mata pencaharian masyarakat terdampak.

Bupati Masinton Pasaribu mengapresiasi peran Caritas Indonesia sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan saat ini. "Di sini kami sangat terbantu, masyarakat, maupun Pemerintah semenjak masa tanggap darurat hingga sekarang pada transisi darurat ke pemulihan," ujarnya.

Ia juga menambahkan berbagai bantuan yang telah diberikan, seperti di bidang kesehatan, air bersih, dukungan psikososial, dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi, sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Untuk itu, kami atas nama Pemkab Tapteng mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Caritas Indonesia, atas kepeduliannya, bantuan kemanusiaan membantu pemulihan bencana di Tapteng dan bantuan yang diberikan sangat bermanfaat bagi masyarakat Tapteng," tutur Masinton.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN