Bupati Pakpak Bharat Serahkan 7 Ton Beras Bantuan Presiden Prabowo untuk Warga Pagindar

Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor menyerahkan bantuan beras dari Presiden RI, Prabowo Subianto (foto: sampang/mistar)
Pakpak Bharat, MISTAR.ID
Bupati Pakpak Bharat, Franc Bernhard Tumanggor, menyerahkan Bantuan Presiden RI Prabowo Subianto berupa beras sebanyak tujuh ton bagi warga di Kecamatan Pagindar.
Penyerahan bantuan beras tersebut didampingi Kapolres Pakpak Bharat, AKBP Pebruandi Sihalohi, SH, SIK, MH; Dandim 0206/Dairi, Letkol Czi Nanang Sujarwanto; Komandan Batalyon TP 906/Sanalenggam, Letkol Inf. Rachmat Shaleh; serta sejumlah pejabat lainnya.
Franc Bernhard Tumanggor mengantarkan langsung bantuan Presiden dan bertatap muka dengan ratusan masyarakat Pagindar.
Franc mengatakan, bantuan beras yang disalurkan melalui Badan Pangan Nasional bertujuan untuk mengatasi kelangkaan pangan usai bencana alam tanah longsor yang sempat mengisolasi masyarakat Pagindar selama berhari-hari.
“Kami atas nama Pemerintah dan masyarakat Pakpak Bharat, khususnya masyarakat Pagindar, sangat berterima kasih atas bantuan ini. Terima kasih kami kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Bapak Gubernur Sumatera Utara, dan semua pihak yang terlibat, baik Badan Pangan Nasional, BPBD Provinsi Sumatera Utara, dan lainnya. Semoga ke depan semakin baik, dan negeri tercinta Indonesia terhindar dari berbagai bencana,” ucap Bupati.
Tim Badan Pangan Nasional yang dipimpin Lenny Pangaribuan turut serta dalam ekspedisi kali ini.
Total 7.363 kg beras khusus masyarakat Pagindar ini diangkut menggunakan beberapa mobil khusus, melewati jalur terjal dan sulit, di mana beberapa titik longsor belum rampung dinormalisasi.
Bersamaan dengan kegiatan ini, turut diserahkan bantuan beras dari Gubernur Sumatera Utara yang disalurkan melalui BPBD Provinsi Sumatera Utara.
Salah seorang warga Desa Lae Mbentar, desa paling jauh dan paling sulit aksesnya, merasa terharu atas bantuan ini.
“Terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Presiden kami, Bapak Prabowo Subianto, Bapak Gubernur, dan juga Bapak Bupati kami. Kami sempat hanya makan mi instan, bencana alam ini memang sangat menyulitkan kami. Satu-satunya jalan menuju desa kami terputus selama berhari-hari. Untunglah ada banyak bantuan dari berbagai pihak. Bapak Bupati juga terus memantau kondisi kami, lias ate mo,” ucap Manik.



















