Monday, July 20, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bupati Labusel Tegaskan Musrenbang Kotapinang Harus Berdampak Nyata bagi Desa

Mistar.idSelasa, 10 Februari 2026 pukul 16.13 WIB
bupati_labusel_tegaskan_musrenbang_kotapinang_harus_berdampak_nyata_bagi_desa

Bupati Fery Sahputra saat membuka Musrenbang di kecamatan Kotapinang (foto: oel/mistar)

news_banner

Labusel, MISTAR.ID

Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kotapinang kembali menegaskan perannya sebagai fondasi penting dalam menentukan arah pembangunan daerah. Bukan sekadar agenda tahunan, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan kebutuhan riil masyarakat desa dengan kebijakan pembangunan Kabupaten Labuhanbatu Selatan secara menyeluruh.

Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Labuhanbatu Selatan, Fery Sahputra Simatupang, saat membuka Musrenbang Kecamatan Kotapinang yang digelar di Aula Kantor Camat Kotapinang, Senin (10/2/2026).

Di hadapan unsur Forkopimcam, anggota DPRD, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Penjabat Kepala Desa, serta pemangku kepentingan lainnya, Bupati Fery Sahputra menekankan bahwa Musrenbang harus menjadi pintu masuk realisasi pembangunan, bukan sekadar berhenti pada tumpukan dokumen usulan.

“Musrenbang ini bukan formalitas. Ini adalah titik awal realisasi. Setiap usulan desa harus kita kawal bersama, kita carikan solusinya, dan kita percepat pelaksanaannya,” tegas Bupati.

Menurutnya, konsistensi dan keberlanjutan menjadi kunci agar aspirasi masyarakat desa tidak terputus di tengah proses perencanaan. Oleh karena itu, Bupati mendorong agar usulan prioritas desa dapat disinergikan dengan Pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD Labuhanbatu Selatan sesuai dengan daerah pemilihan masing-masing.

Sinergi tersebut dinilai penting agar perencanaan dan penganggaran berjalan seirama, saling menguatkan, serta benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di lapangan.

Dalam arahannya, Bupati juga memberikan perhatian khusus kepada desa-desa yang berada di kawasan perkebunan. Ia menilai, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat harus diiringi dengan kontribusi nyata terhadap pembangunan desa sekitar.

Pembangunan infrastruktur dasar seperti pengerasan jalan desa, penimbunan halaman sekolah, pembangunan fasilitas pendukung pendidikan, hingga sarana umum lainnya, menurut Bupati, dapat didorong melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.

“Perusahaan tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat. Maka sudah sepatutnya pembangunan desa di sekitarnya menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan,” ujarnya.

Untuk memastikan langkah tersebut berjalan efektif, Bupati meminta pemerintah desa tidak berjalan sendiri. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah, khususnya dengan Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketenagakerjaan, agar kolaborasi antara desa, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dapat terbangun secara terarah dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Bupati Fery Sahputra menegaskan bahwa pembangunan yang berkeadilan tidak harus sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, komunikasi yang terbuka, kolaborasi lintas sektor, serta keberanian membuka ruang kerja sama menjadi kunci percepatan pembangunan desa.

“Jika kita bergerak bersama, banyak persoalan desa yang bisa diselesaikan lebih cepat dan tepat sasaran,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyoroti salah satu program strategis Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Selatan di bidang ketenagakerjaan, yakni perlindungan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan. Saat ini, program tersebut telah menjangkau sekitar 11.000 peserta dan direncanakan akan ditambah sebanyak 1.500 peserta pada tahun 2026.

“Ini adalah bentuk kehadiran negara bagi pekerja rentan. Kita ingin mereka merasa aman dan terlindungi,” kata Bupati.

Bupati Fery Sahputra juga menyampaikan bahwa Musrenbang tahun ini difokuskan pada tiga pilar prioritas pembangunan, yaitu infrastruktur, kesehatan, dan pendidikan. Khusus sektor pendidikan, ia menginstruksikan agar fokus diarahkan pada pembangunan gedung sekolah serta fasilitas pendukung kegiatan belajar mengajar.

Ia menegaskan bahwa pada tahun anggaran 2026 hingga 2027, tidak akan dialokasikan anggaran untuk pembangunan pagar sekolah, melainkan difokuskan pada kebutuhan yang lebih mendesak dan berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pendidikan.

Usai membuka Musrenbang secara resmi, Bupati Fery Sahputra mendengarkan langsung pemaparan usulan prioritas pembangunan dari sembilan desa dan satu kelurahan di Kecamatan Kotapinang. Seluruh aspirasi yang disampaikan dicatat dan akan menjadi bahan pembahasan lanjutan pada Musrenbang Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Labuhanbatu Selatan M. Reza Pahlevi Nasution, Anggota DPRD Labusel Ayu Safitri, Andi Lubis, Zulkifli Nasution, dan Irfan Bakti Nasution, para Asisten dan Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, para Penjabat Kepala Desa, serta undangan lainnya.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN