Monday, October 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bulog Sibolga Salurkan 169 Ton Beras untuk Korban Banjir di Tukka dan Badiri

Mistar.idSenin, 19 Oktober 2026 pukul 18.32 WIB
bulog_sibolga_salurkan_169_ton_beras_untuk_korban_banjir_di_tukka_dan_badiri

Pekerja Bulog Cabang Sibolga memikul beras bantuan Cadangan Pangan Pemerintah ke dalam truk untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak banjir dan tanah longsor di Kecamatan Tukka dan Badiri. Total bantuan beras yang disalurkan sebanyak 169,35 ton. (Foto: Diskominfo Tapteng/Mistar)

Tapteng, MISTAR.ID - Perum Bulog Cabang Sibolga bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Tengah (Tapteng) menyalurkan bantuan beras Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) sebanyak 169.355 kilogram atau 169,35 ton, Senin (19/10/2026).

Penyaluran bantuan tersebut merupakan tindak lanjut penetapan status tanggap darurat bencana alam di Kecamatan Tukka dan Badiri, guna meringankan beban masyarakat yang terdampak banjir dan tanah longsor di kedua kecamatan tersebut.

Adapun rincian distribusinya, di Kecamatan Tukka disalurkan sebanyak 73.040 kg beras untuk 14.608 jiwa atau 3.869 kepala keluarga (KK). Sementara itu, di Kecamatan Badiri disalurkan sebanyak 96.315 kg beras untuk 19.263 jiwa atau 4.750 KK.

Kepala Perum Bulog Kantor Cabang Sibolga, Muhammad Bagus Aminullah, mengatakan jajarannya siap mempercepat penyaluran logistik beras dari kompleks pergudangan Bulog Sibolga langsung ke titik-titik distribusi masyarakat.

“Pihak Perum Bulog mulai menyalurkan bantuan beras untuk penanganan darurat bencana di wilayah Kabupaten Tapteng atas arahan Bapanas, menindaklanjuti keputusan status darurat bencana dari Bupati. Total bantuan yang disiapkan mencapai kurang lebih 169 ton,” ujarnya.

Ia menjelaskan, distribusi perdana mulai dilakukan pada Senin, dari gudang Bulog Sibolga di Sarudik. Proses pengiriman diharapkan selesai secepat mungkin agar kebutuhan masyarakat terdampak segera tercukupi.

Di lapangan, lanjutnya, pelaksanaan distribusi dikoordinasikan secara terpadu oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapteng, bekerja sama dengan jajaran aparat kecamatan, desa dan kelurahan, serta tim logistik Bulog Sibolga.

“Seluruh pembiayaan operasional, mulai dari transportasi hingga proses bongkar muat, ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Tapteng. Hal ini dilakukan untuk memastikan beras bantuan sampai langsung dan utuh ke tangan warga penerima manfaat tanpa dipungut biaya apa pun atau gratis,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Tapteng, Harrys PT Sihombing, menjelaskan penyaluran bantuan beras tersebut merupakan langkah nyata Pemkab Tapteng dalam menindaklanjuti bencana banjir susulan yang melanda kedua kecamatan itu pada 26 September 2026 lalu.

Merespons kondisi tersebut, Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, secara resmi menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 657/BPBD/2026 tentang Penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Alam.

Untuk memastikan ketersediaan pangan bagi korban bencana, Pemkab Tapteng bergerak cepat mengajukan usulan resmi bernomor 500.2/4797/2026 kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI.

Permohonan tersebut direspons positif dan disetujui melalui Surat Kepala Bapanas Nomor 411/TS.03.03/K/10/2026. Bantuan pangan CPP itu dialokasikan kepada 33.871 jiwa terdampak bencana, dengan indeks alokasi sebesar 5 kg beras per jiwa.

“Bapanas telah memfasilitasi bantuan beras ke dua kecamatan ini. Hari ini kita salurkan langsung sesuai dengan masa tanggap darurat yang dikeluarkan oleh Pemkab Tapteng,” ujarnya.

Harrys menambahkan, melalui penyaluran CPP tersebut, Pemkab Tapteng berharap ketahanan pangan keluarga terdampak tetap terjaga, sekaligus dapat mempercepat proses pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat pascabencana. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN