Belum Tahu Kapan Bisa Pulang, Pengungsi Sinabung Berharap Tidak Ada Erupsi Lagi Tahun Ini

Pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung asal Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, berada di posko pengungsian Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Minggu (6/9/2026). (foto: Abay Hasibuan/Mistar)
Karo, MISTAR.ID - Ratusan warga terdampak erupsi Gunung Sinabung masih bertahan di posko pengungsian dan Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, Minggu (6/9/2026).
Mereka belum mengetahui kapan dapat kembali ke rumah setelah dievakuasi akibat erupsi Gunung Sinabung pada Senin (31/8/2026).
Sekitar 650 warga Desa Kuta Tengah, Kecamatan Simpang Empat, telah dievakuasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 405 jiwa masih bertahan di posko utama Jambur Suka Tepu.
Salah seorang pengungsi, Nande Br Surbakti, mengatakan dirinya bersama warga lainnya hanya bisa mengikuti arahan pemerintah sembari berharap aktivitas Gunung Sinabung segera mereda.
"Kami enggak tahu sampai kapan berada di pengungsian. Kami mengikuti arahan pemerintah. Semoga saja tahun ini gejolak erupsi Gunung Sinabung kembali tenang serta statusnya dapat kembali turun ke Level II. Pastinya kami berharap bisa pulang ke rumah masing-masing," ujarnya.
Nande mengungsi bersama suami dan empat anaknya serta warga sekitar setelah erupsi Gunung Sinabung berlangsung lebih dari satu jam pada Senin lalu.

Di lokasi pengungsian, warga menempati sejumlah tenda yang disediakan BNPB dan pihak lainnya. Posko tersebut juga dijaga personel TNI dan Polri serta telah mendapat layanan listrik.
Danramil 04/Simpang Empat Kapten Inf Gandi NH bersama jajarannya masih bersiaga setiap hari untuk memantau kondisi para pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.
Sementara itu, warga yang bermukim di kawasan kaki Gunung Sinabung, khususnya di Desa Naman Teran, masih berada di rumah masing-masing.
Hingga Minggu, abu vulkanik disebut belum melanda kawasan tersebut. Belum ada pula imbauan lebih lanjut dari pihak terkait, termasuk Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung maupun Pemerintah Kabupaten Karo melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). (*)
PREVIOUS ARTICLE
34 Motor Knalpot Brong di Tebing Tinggi Terjaring Patroli Polisi





















