Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Bawaslu Tebing Tinggi Beri Pendidikan Pengawasan Partisipatif ke Pelajar

Mistar.idKamis, 4 Juni 2026 14.15
AN
KN
bawaslu_tebing_tinggi_beri_pendidikan_pengawasan_partisipatif_ke_pelajar

Ketua Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Amsal Franky H Tambun, saat memberikan arahan kepada peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif. (Foto: Nazli/Mistar)

news_banner

Tebing Tinggi, MISTAR.ID

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tebing Tinggi menggelar Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) bagi 40 pelajar SMA dan SMK di Kota Tebing Tinggi, yang dilaksanakan di Kantor Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Jalan Pulau Belitung Nomor 45, Kecamatan Padang Hulu, Kamis (4/6/2026).

Kegiatan dibuka Bawaslu Provinsi Sumatera Utara yang diwakili Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa, Joko Arif Budiono, serta dihadiri Anggota Bawaslu Kota Tebing Tinggi, Elfian Choky Nasution dan Lambok Simbolon.

Sebanyak 40 peserta berasal dari delapan sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 2, SMK Negeri 1, SMK Negeri 2, SMA KF Tandean, MA Al Washliyah, MAN 1, dan SMA Katolik Cinta Kasih. Mereka mengikuti enam materi pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman tentang pengawasan pemilu dan partisipasi masyarakat dalam proses demokrasi.

Ketua Bawaslu Kota Tebing Tinggi sekaligus Koordinator Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan, Pelatihan, Data dan Informasi, Amsal Franky H Tambun, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan membekali pelajar dengan pengetahuan dasar mengenai pengawasan pemilu serta mekanisme pelaporan pelanggaran.

"Ada enam materi yang diberikan kepada peserta. Dua di antaranya saya sampaikan terkait penguatan jaringan dan teknik pengembangan pengawas partisipatif," ujarnya kepada Mistar di sela kegiatan.

Menurut Amsal, para peserta juga diberikan pemahaman mengenai berbagai bentuk pelanggaran pemilu, seperti politik uang, hoaks, ujaran kebencian, hingga netralitas TNI dan Polri dalam penyelenggaraan pemilu.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kapasitas pelajar dalam memahami proses demokrasi sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap pengawasan pemilu menjelang Pemilu 2029.

"Semoga apa yang diperoleh hari ini dapat bermanfaat di tengah masyarakat, keluarga, maupun lingkungan sekolah. Kami berharap peserta mampu memahami mekanisme pengawasan, pelaporan, dan berbagai persoalan yang berkaitan dengan pemilu maupun pemilihan kepala daerah," katanya.

Kegiatan yang mengusung tema "Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat" itu berlangsung hingga sore hari dan menjadi bagian dari upaya Bawaslu meningkatkan partisipasi masyarakat, khususnya kalangan pelajar, dalam pengawasan demokrasi. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN