Banjir dan Longsor Susulan di Tapteng, Ribuan Warga Terpaksa Mengungsi

Kondisi rumah warga pasca-digenangi banjir (foto: Istimewa/Mistar)
Tapteng, MISTAR.ID
Hujan deras disertai angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Senin (16/2/2026) siang, memicu terjadinya longsor dan banjir susulan di sejumlah kecamatan. Akibatnya, ribuan warga terpaksa mengungsi hingga kondisi kembali membaik.
Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Ferry Walintukan, mengatakan berdasarkan data yang diterima pihaknya, di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapteng, sebanyak 312 jiwa diungsikan ke Gedung SMA Negeri 1 Tukka.
Sementara itu, di wilayah Tanah Merah Simpang Sipange, Kabupaten Tapteng, tercatat 850 jiwa dari 206 kepala keluarga (KK) mengungsi. Di Gedung Sekolah Dasar (SD) Sipange, terdapat 269 jiwa dari 81 KK yang juga diungsikan.
“Kemudian, di Hunian Sementara (Huntara) Asrama Haji Pinangsori terdapat 164 jiwa dari 45 KK. Di Huntara Rusunawa Pandan terdapat 300 jiwa pengungsi, serta di GOR Pandan ada 30 jiwa dari 11 KK,” ujar Ferry, Rabu (18/2/2026).
Ia menjelaskan, hujan dengan intensitas tinggi terjadi sejak pukul 12.00 WIB hingga sore hari pada Senin (16/2/2026) di wilayah Tapanuli Tengah.
Akibat hujan tersebut, permukiman warga di bantaran sungai Desa Anggoli, Kecamatan Sibabangun, Lingkungan IV dan VII Kelurahan Sibabangun, Kecamatan Sibabangun, serta Lingkungan X Kelurahan Lumut, Kecamatan Lumut, terendam banjir.
Selain itu, banjir juga sempat melanda Jalan Lintas Lingkungan I dan III Kelurahan Lopian, Kecamatan Badiri; Desa Lubuk Ampolu; serta Lingkungan VI Kelurahan Hutabalang, Kecamatan Badiri, dan sejumlah lokasi lainnya.
“Terkini, hingga Rabu (18/2/2026), sejumlah wilayah yang sebelumnya terendam banjir sudah mulai surut,” kata Ferry mengakhiri.
























