Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SUMUT

Banjir Bandang dan Longsor Rusak Lahan Pertanian di Tapteng, Butuh Perhatian Pemerintah Pusat

Mistar.idJumat, 6 Maret 2026 pukul 09.51 WIB
banjir_bandang_dan_longsor_rusak_lahan_pertanian_di_tapteng_butuh_perhatian_pemerintah_pusat

Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, saat mendengar arahan Ketua DEN, Luhut Binsar Panjaitan, terkait transformasi pertanian berbasis teknologi AI. (Foto: Diskominfo Tapteng/Mistar)

news_banner

Tapteng, MISTAR.ID

Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) menyebabkan kerusakan pada sejumlah lahan pertanian milik masyarakat. Kondisi tersebut dinilai membutuhkan perhatian dan penanganan serius dari pemerintah pusat agar sektor pertanian di daerah tersebut dapat segera pulih.

Bupati Tapanuli Tengah, Masinton Pasaribu, menyampaikan kondisi tersebut kepada Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Panjaitan, dalam pertemuan yang membahas strategi percepatan pembangunan sektor pertanian berbasis teknologi di Jakarta, Kamis (5/2/2025).

Dalam pertemuan yang juga dihadiri sejumlah kepala daerah di kawasan Danau Toba itu, dibahas upaya pengembangan sektor pertanian dengan memanfaatkan teknologi Artificial Intelligence (AI) guna meningkatkan produktivitas serta efisiensi.

Masinton menjelaskan, pascabencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah wilayah Tapteng, banyak lahan pertanian mengalami kerusakan. Kondisi tersebut berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat sehingga memerlukan dukungan dari pemerintah pusat dalam proses pemulihan.

“Maka itu, Pemkab Tapteng mengharapkan pemerintah pusat dapat memberikan pendampingan dalam pengembangan teknologi AI untuk peningkatan produktivitas di sektor pertanian,” ujarnya.

Selain membahas percepatan pembangunan pertanian berbasis teknologi, pertemuan tersebut juga menyinggung sinergi pengembangan sektor pertanian, teknologi, serta pariwisata di kawasan Danau Toba.

Pemerintah Kabupaten Tapteng menyatakan kesiapan untuk bertransformasi dengan memanfaatkan teknologi AI dalam pengelolaan sektor pertanian. Namun demikian, pihaknya berharap adanya dukungan serta pendampingan dari pemerintah pusat agar penerapan teknologi tersebut dapat berjalan optimal.

Masinton juga menyampaikan apresiasi kepada Ketua DEN yang telah mengundang serta memberikan masukan terkait pengembangan pertanian modern berbasis teknologi di daerah.

Sementara itu, Luhut Binsar Panjaitan menegaskan penerapan teknologi AI perlu menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian modern. Menurutnya, pemanfaatan teknologi tersebut dapat membantu meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta nilai tambah hasil pertanian.

“Saat ini teknologi AI sudah menjadi kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah produk pertanian,” kata Luhut.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah akan memberikan perhatian terhadap wilayah-wilayah yang terdampak bencana, termasuk dalam upaya pemulihan sektor pertanian pascabencana alam. (hm25)




BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN