Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SUMUT

Arus Balik, Jalinsum Medan-Lubuk Pakam Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa Macet

Mistar.idSabtu, 28 Maret 2026 18.38
journalist-avatar-top
HS
arus_balik_jalinsum_medanlubuk_pakam_simpang_kayu_besar_tanjung_morawa_macet

Sejumlah kendaraan terjebak kemacetan di Jalinsum Medan menuju Berastagi Tanah Karo. (Foto: Sembiring/mistar)

news_banner

Deli Serdang, MISTAR.ID

Arus lalu lintas di Simpang Kayu Besar, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Lubuk Pakam, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang macet, Sabtu (28/3/2026).

Kemacetan terjadi akibat antrean kendaraan dilaporkan mengular dari Jembatan Sei Belumei hingga pintu Tol Belmera, tepatnya di depan Polsek Tanjung Morawa.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kepadatan tidak hanya terjadi dari arah Lubuk Pakam menuju Kota Medan, tetapi juga dari arah sebaliknya. Arus kendaraan bergerak lambat akibat tingginya volume lalu lintas dan sejumlah titik persimpangan yang menjadi lokasi kemacetan.

Sejumlah warga menduga kemacetan diperparah oleh pengaturan arus lalu lintas yang tidak optimal. Di beberapa titik, pengaturan kendaraan dilakukan oleh warga setempat atau yang kerap disebut “pak ogah”.

Kondisi ini terlihat di jalur menuju Jalan Bandara Kualanamu. Kendaraan diarahkan berputar dari lampu merah depan Tol Belmera yang memiliki kondisi jalan sempit dan kurang baik. Arus lalu lintas di lokasi tersebut juga bercampur dengan kendaraan yang keluar dari pintu tol.

Kemacetan serupa terjadi pada arus kendaraan dari arah Bandara Kualanamu menuju Kota Medan. Kendaraan diarahkan berputar dari depan masjid PTPN, yang juga memiliki akses jalan terbatas. Di titik tersebut, pengaturan lalu lintas dilaporkan minim petugas resmi.

Sementara itu, akses utama di Simpang Kayu Besar diketahui tidak difungsikan secara maksimal, meskipun terdapat pos pengamanan (Pos PAM) dan petugas gabungan yang berjaga di sekitar lokasi.

Seorang warga Tanjung Morawa, Thomas, menyebut kawasan tersebut sudah layak dibangun jembatan layang (flyover) guna mengurai kemacetan yang kerap terjadi.

“Setiap hari macet, apalagi saat libur panjang. Sudah seharusnya dibangun flyover seperti di kawasan Amplas agar arus lalu lintas lebih lancar,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Rudi, pengemudi becak motor di sekitar lokasi. Ia berharap pengaturan lalu lintas dapat dilakukan secara maksimal oleh petugas resmi, termasuk dengan mengoptimalkan fungsi lampu lalu lintas.

“Kalau petugas aktif mengatur atau lampu lalu lintas difungsikan dengan baik, mungkin kemacetan bisa berkurang,” katanya.

Kepadatan arus lalu lintas di Jalinsum Medan-Lubuk Pakam diperkirakan masih akan terjadi hingga Minggu (29/3/2026), seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir masa libur panjang.

Selain di Tanjung Morawa, kepadatan lalu lintas juga terpantau di Jalan Jamin Ginting, Kota Medan menuju Berastagi, Kabupaten Karo. Arus kendaraan di jalur tersebut terpantau padat merayap, terutama di kawasan Penatapan.

Seorang warga Lubuk Pakam, Ramli, mengatakan kepadatan di kawasan Penatapan disebabkan banyaknya kendaraan yang berhenti di lokasi wisata tersebut.

“Banyak kendaraan keluar-masuk area Penatapan, sehingga arus lalu lintas menjadi tersendat,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN