Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
SUMUT

Anggota DPR: Danau Toba Anugerah Besar yang Dimiliki Indonesia

Mistar.idKamis, 18 Juni 2026 12.23
EH
PS
anggota_dpr_danau_toba_anugerah_besar_yang_dimiliki_indonesia

Perwakilan BPIP Pusat, Galuh Ibrahim, saat menyampaikan materi Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Hotel Grand Dainang, Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (18/6/2026). (Foto: Pangihutan/Mistar)

news_banner

Toba, MISTAR.ID

Anggota DPR Rapidin Simbolon menyebutkan Danau Toba merupakan anugerah besar yang dimiliki Indonesia dan harus dijaga keberlanjutannya untuk generasi mendatang.

Menjaga kelestarian Danau Toba merupakan tanggung jawab bersama yang harus melibatkan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, upaya merawat kawasan danau vulkanik terbesar di dunia itu menjadi bentuk nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

"Danau Toba merupakan anugerah besar yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena itu, menjaga kebersihan, kelestarian, dan keberlanjutannya adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah," ujarnya saat menghadiri kegiatan Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Hotel Grand Dainang, Aek Rangat, Kelurahan Siogung-ogung, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Kamis (18/6/2026).

Menurut Rapidin, pelestarian Danau Toba tidak bisa dibebankan kepada pemerintah semata. Diperlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh adat, relawan, pemuda, hingga masyarakat untuk menjaga ekosistem dan lingkungan kawasan tersebut.

Ia menilai relawan memiliki peran penting dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan serta memperkuat semangat gotong royong.

"Relawan harus menjadi contoh di tengah masyarakat. Mereka harus mampu menggerakkan warga untuk menjaga lingkungan, memperkuat persatuan, dan menanamkan nilai-nilai kebangsaan dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Rapidin juga mengajak generasi muda untuk lebih aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan yang mendukung pelestarian Danau Toba. Menurutnya, keterlibatan anak muda menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan kawasan yang telah menjadi salah satu destinasi pariwisata prioritas nasional tersebut.

Ia menegaskan menjaga Danau Toba bukan hanya soal melindungi lingkungan, tetapi juga menjaga warisan bangsa, memperkuat semangat gotong royong, serta memastikan manfaat ekonomi dan sosialnya tetap dapat dirasakan oleh masyarakat di masa depan.

Di kesempatan yang sama, salah satu tokoh masyarakat Samosir, Oloan Simbolon, menilai keterlibatan generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan Danau Toba.

Dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi, generasi muda dinilai mampu menjadi pelopor kampanye pelestarian lingkungan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Danau Toba kepada dunia.

Sedangkan Perwakilan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat, Galuh Ibrahim, mengatakan kegiatan Penguatan Relawan menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan pembudayaan Pancasila di berbagai daerah, termasuk kawasan Danau Toba.

Menurut Galuh, relawan memiliki posisi penting sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

"Relawan bukan hanya penyampai pesan kebangsaan, tetapi juga menjadi contoh dalam membangun budaya gotong royong, toleransi, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan," ujarnya.

Galuh menjelaskan bahwa nilai-nilai Pancasila harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjaga lingkungan hidup dan melestarikan budaya lokal yang menjadi identitas bangsa.

Ia menambahkan, Danau Toba memiliki nilai strategis tidak hanya dari sisi pariwisata dan ekonomi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang harus dijaga bersama untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. (hm20)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN