Akses Jalan Terputus, Warga Partoruan Lumbanlobu Harap Pemkab Toba Gunakan Dana Taktis

Warga mengangkut hasil panen akibat jalan terputus karena longsor. (Foto: Nimrot/Mistar)
Toba, MISTAR.ID
Akses jalan menuju Dusun 1, Desa Partoruan Lumbanlobu, Kecamatan Bonatualunasi, sejak Desember 2025 terputus di dua titik akibat luapan sungai yang dipicu intensitas curah hujan cukup tinggi. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Toba segera bertindak dan, jika perlu, menggunakan dana taktis Bupati Toba.
Menurut warga, akses jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat Dusun 1 dan menjadi satu-satunya jalur transportasi bagi petani untuk mengangkut hasil panen padi, jagung, serta hasil perkebunan lainnya.
“Memang di Dusun 1 ini hanya ada lima kepala keluarga (KK), tetapi pemanfaat akses jalan ini ada ratusan petani dengan total lahan ratusan hektare. Jika jalan putus ini tidak segera diatasi, akan menjadi kendala besar dalam mengangkut hasil panen. Kami berharap Bupati Toba, Effendi Napitupulu, menggunakan dana taktis untuk membantu ratusan warga,” ucap Surya Sitorus, Rabu (14/1/2026).
Menurut Surya, Bupati Toba diharapkan dapat menurunkan dana taktis untuk menanggulangi akses jalan yang putus menuju dusunnya, karena ia menilai bupati sangat dekat dan peduli kepada masyarakat serta selalu mendengarkan aspirasi warga.
Sementara itu, Kepala Dusun 1 Desa Partoruan Lumbanlobu, Resmi Panjaitan, mengaku sangat prihatin dengan kondisi warganya. Sejak akses jalan terputus di dua titik, warga terpaksa memikul hasil panen mereka sejauh ratusan meter hingga satu kilometer.
“Seperti saat ini, beberapa warga sedang panen jagung dan terpaksa memundak karena mobil bahkan sepeda motor tidak dapat masuk. Baru satu titik jalan putus yang dibuat jembatan bambu. Kami berharap pihak kabupaten segera turun tangan, karena untuk penanganannya desa tidak mampu, terlebih anggaran Dana Desa sudah berkurang,” tutur Resmi.
Selanjutnya, Kepala Desa Partoruan Lumbanlobu, Arifin Patar Butarbutar, mengatakan dua titik jalan yang terputus akibat longsor diterjang air bukan kali ini saja terjadi, melainkan sudah berulang kali saat curah hujan tinggi. Sebelumnya, Dinas PUTR pernah menurunkan alat berat untuk menimbun longsoran.
“Jika hanya dilakukan penimbunan tanpa membuat gorong-gorong, dipastikan jalan ini akan longsor kembali saat hujan. Alternatif lainnya, dua titik jalan yang menjadi langganan longsor tersebut perlu dibangun jembatan,” ucap Kepala Desa. (hm25)
PREVIOUS ARTICLE
Tiga Pembahasan BBPOM Medan Saat Audiensi ke Pemkab Nias UtaraBERITA TERPOPULER
























