Seratus Anak PAUD Manortor Meriahkan Pesta Rakyat Hari Jadi Simalungun ke-193

Ratusan anak PAUD saat manortor untuk memeriahkan Hari Jadi Kabupaten Simalungun ke-193 di Lapangan Kantor Bupati. (foto: Indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Pemandangan berbeda tersaji dalam perayaan Hari Jadi ke-193 Kabupaten Simalungun. Sebanyak 100 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) tampil manortor di tengah kemeriahan Pesta Rakyat Simalungun 2026 yang digelar di lapangan Kantor Bupati Simalungun, Sabtu (18/4/2026).
Aksi para generasi belia ini menjadi magnet perhatian ribuan pengunjung. Dengan balutan busana adat Simalungun dan gerakan tor-tor yang kompak, mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya regenerasi budaya sejak usia dini.
Riuh warna, denting musik, dan semangat kebersamaan menyatu dalam perhelatan akbar tersebut. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai kecamatan telah memadati lokasi. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan, melainkan menjadi bagian dari perayaan yang sarat makna budaya.
Penampilan 100 anak PAUD itu menjadi simbol bahwa pelestarian budaya Simalungun tidak berhenti pada generasi tua, melainkan terus ditanamkan kepada generasi penerus. Di tengah arus modernisasi, upaya ini dinilai penting untuk menjaga identitas daerah tetap hidup.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Simalungun, Franky Fernandus Purba menegaskan pesta rakyat ini merupakan puncak dari rangkaian panjang kegiatan budaya.
"Program ini bagian dari pengembangan kebudayaan daerah yang sudah dirancang sejak tahun anggaran sebelumnya. Fokusnya pada perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan objek pemajuan kebudayaan di tengah masyarakat Simalungun," ujarnya.
Franky Fernandus Purba bertindak sebagai Ketua panitia menjelaskan, rangkaian kegiatan telah dimulai sejak awal April, tidak hanya berupa hiburan, tetapi juga agenda yang sarat nilai historis. Salah satunya adalah ziarah ke makam raja-raja Simalungun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
"Ziarah ke makam raja-raja itu penting sebagai pengingat bagi generasi sekarang. Kita ingin generasi muda memahami akar sejarahnya, menghargai nilai-nilai leluhur, dan menjadikannya sebagai bagian dari identitas," ucap Franky.
Melalui perayaan ini, Pemkab Simalungun berharap semangat kebudayaan tidak hanya menjadi tontonan sesaat, tetapi benar-benar tertanam dalam kehidupan masyarakat, khususnya generasi muda yang akan melanjutkan estafet budaya di masa depan.
Rentetan kegiatan lainnya dan hiburan rakyat masih akan berlangsung hingga Sabtu malam, termasuk penampilan artis nasional dan lokal.
BERITA TERPOPULER





















