Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

RUPS Bank Sumut 2025 Sepakati Penguatan Modal Dorong Ekonomi Sumut

Mistar.idSelasa, 7 April 2026 13.23
AN
IH
rups_bank_sumut_2025_sepakati_penguatan_modal_dorong_ekonomi_sumut

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih saat mengikuti RUPS di Aula Kantor Pusat Bank Sumut, Medan. (Foto: Dokumentasi Diskominfo Simalungun/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Komitmen memperkuat fondasi ekonomi daerah mengemuka dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025 PT Bank Sumut yang digelar di Aula Kantor Pusat Bank Sumut, Medan, Senin (6/4/2026). Forum ini menjadi titik krusial dalam merumuskan arah strategis bank daerah sebagai motor penggerak pembangunan di Sumatera Utara.

Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, hadir bersama sejumlah kepala daerah lainnya, menandai soliditas para pemegang saham dalam mendukung penguatan peran Bank Sumut ke depan. RUPS kali ini tak sekadar agenda rutin, melainkan momentum menyatukan visi dalam memperbesar kapasitas bank milik daerah tersebut.

Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution, dalam paparannya menegaskan sejumlah keputusan strategis yang diambil. Salah satu yang paling menonjol adalah kesepakatan untuk mengalokasikan kembali 15 persen dividen sebagai tambahan setoran modal dari seluruh pemerintah daerah pemegang saham.

"Ini adalah bentuk nyata komitmen bersama untuk memperkuat Bank Sumut sebagai instrumen strategis pembangunan daerah. Dari dividen yang dibagikan, 15 persen kami kembalikan sebagai setoran modal, dan kami dari provinsi juga menambah Rp100 miliar," ujar Bobby.

Tak hanya itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turut memperkuat dukungan melalui penambahan modal sebesar Rp100 miliar, disusul Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan yang menyuntikkan Rp70 miliar. Langkah ini dinilai krusial dalam memperkokoh struktur permodalan Bank Sumut yang saat ini telah mencapai sekitar Rp5,4 triliun.

Penguatan modal tersebut menjadi kunci untuk mendorong transformasi Bank Sumut naik kelas dari KBMI I ke KBMI II, sekaligus memenuhi target modal inti sebesar Rp6 triliun pada tahun 2029. Untuk mencapai target tersebut, masih dibutuhkan tambahan sekitar Rp800 miliar yang akan diupayakan melalui sinergi seluruh pemerintah daerah.

Direktur Utama PT Bank Sumut, Heru Mardiansyah, menilai hasil RUPS ini sebagai titik balik penting dalam memperkuat fundamental bisnis dan daya saing bank di tingkat nasional. Menurutnya, kepercayaan para pemegang saham tercermin dari keputusan strategis yang diambil bersama.

"Penguatan modal tidak hanya meningkatkan kapasitas usaha, tetapi juga secara langsung meningkatkan nilai investasi pemerintah daerah sebagai pemegang saham," ujarnya.

Heru menambahkan, tambahan modal akan difokuskan untuk memperbesar kapasitas intermediasi, khususnya dalam pembiayaan sektor produktif dan program prioritas daerah. Bank Sumut juga berkomitmen menghadirkan inovasi layanan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, dengan tetap menjaga prinsip pertumbuhan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, Bupati Anton menyatakan dukungan penuh terhadap langkah penguatan permodalan ini. Ia menilai kebijakan pengalokasian kembali dividen sebagai tambahan modal merupakan langkah tepat untuk memperkuat struktur keuangan bank.

"Pemerintah Kabupaten Simalungun sebagai pemegang saham terus mendukung langkah strategis penguatan modal Bank Sumut. Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam mendorong Bank Sumut menjadi bank yang lebih kuat, kompetitif, dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi daerah," ujarnya.

Menurut Anton, penguatan permodalan akan berdampak langsung pada peningkatan kapasitas pembiayaan, khususnya bagi sektor-sektor prioritas seperti UMKM, pertanian, dan program pembangunan daerah.

"Kami berharap Bank Sumut semakin optimal dalam mendukung UMKM, sektor pertanian, serta program prioritas pembangunan daerah, khususnya di Kabupaten Simalungun," kata Bupati Anton. (hm25)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN