Renovasi Masjid Taqwa Rampung, Pemko Pematangsiantar Apresiasi Sinergi BPKH-Muhammadiyah

Kegiatan serah terima renovasi Masjid Taqwa Muhammadiyah Pematangsiantar melalui Program Kemaslahatan BPKH Tahun 2025. (Foto: Istimewa/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Pemerintah Kota (Pemko) Pematangsiantar mengapresiasi kolaborasi Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Muhammadiyah, serta berbagai pihak dalam menyukseskan renovasi Masjid Taqwa Muhammadiyah Pematangsiantar melalui Program Kemaslahatan BPKH Tahun 2025.
Apresiasi tersebut disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemko Pematangsiantar, Zainal Siahaan, saat menghadiri acara serah terima renovasi Masjid Taqwa Muhammadiyah di Jalan Merdeka, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (30/1/2026).
Dalam sambutannya, Zainal menegaskan bahwa masjid memiliki peran strategis yang melampaui fungsi ibadah semata.
“Masjid adalah pusat pembinaan umat, penguatan akhlak, serta pemberdayaan sosial dan pendidikan. Dengan selesainya renovasi Masjid Taqwa Muhammadiyah ini, kami berharap masjid semakin nyaman, representatif, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” ujar Zainal.
Ia juga menekankan komitmen Pemko Pematangsiantar dalam mendukung peran aktif organisasi keagamaan, termasuk Muhammadiyah, dalam mewujudkan masyarakat yang religius, rukun, dan berkeadaban.
“Sinergi pemerintah dan elemen masyarakat menjadi kunci untuk mewujudkan Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” katanya, seraya mengajak masyarakat untuk memakmurkan masjid melalui kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan, dan aktivitas sosial.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menilai Muhammadiyah sebagai kekuatan penting dalam pembaruan umat dan pencerdasan bangsa. Ia menyebut renovasi Masjid Taqwa sebagai bukti kemandirian Muhammadiyah dalam bersyarikat dan berkontribusi nyata bagi umat.
“Rumah ibadah memiliki fungsi sosial, pendidikan, dan interaksi kemasyarakatan. Masjid harus menjadi pilar dalam proses pendidikan generasi bangsa,” ucapnya.
Fajar juga menekankan pentingnya merawat keberagaman sebagai karakter bangsa Indonesia.
“Keindahan Indonesia terletak pada keberagaman yang dirawat. Masjid ini diharapkan menjadi pusat dakwah keagamaan, pendidikan, dan sosial yang terbuka untuk semua,” tuturnya.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Amri Yusuf, menjelaskan Dana Abadi Umat yang dikelola BPKH harus dijaga agar tidak berkurang, baik nilai maupun bentuknya.
“Dana inilah yang dimanfaatkan untuk pembangunan rumah ibadah, program keumatan, dan berbagai kegiatan kemaslahatan umat,” katanya.
Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Pematangsiantar, Sailan Nasution, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemko Pematangsiantar, BPKH, LazisMu, serta kehadiran Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Ini merupakan kehormatan dan kebanggaan bagi warga Muhammadiyah Pematangsiantar. Kehadiran Bapak Wakil Menteri kami maknai sebagai perhatian besar terhadap perjuangan umat, yang kami simbolkan dengan pemberian ulos sebagai penghargaan adat tertinggi,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan pembangunan Masjid Taqwa Muhammadiyah telah dimulai sejak 2005 dan terus berproses hingga 2015, sebelum akhirnya direnovasi melalui Program Kemaslahatan BPKH.
Usai serah terima secara simbolis, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah meninjau proses pembelajaran di SD Swasta Muhammadiyah 01 Pematangsiantar (Muhsapas) dan berinteraksi langsung dengan guru serta siswa-siswi. (hm25)




















