Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Pengurus Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar-Simalungun Dilantik, Fokus Perkembangan Budaya

Mistar.idSabtu, 29 November 2025 16.32
journalist-avatar-top
GA
pengurus_tumpuan_damanik_boru_panogolan_siantarsimalungun_dilantik_fokus_perkembangan_budaya

Ketua Panitia Hotbinson Damanik (dua dari kiri) serta Ketua Umum Satben Damanik (dua dari kanan) saat diwawancarai. (foto: Gideon/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Pengurus Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar-Simalungun resmi dilantik di Lapangan H Adam Malik Pematangsiantar, Sabtu (29/11/2025). Perkumpulan marga Damanik itu dinakhodai Satben Rico Damanik, Sekretaris Fikri Damanik, serta Bendahara Umum Hotbinson Damanik.

Ketua panitia Hotbinson menuturkan sebelumnya mereka telah menggelar Harungguan Bolon atau musyawarah. Hasilnya, Satben terpilih menjadi ketua, serta didampingi dirinya dan Fikri Damanik.

"Termasuk sebelumnya juga dilakukan pagelaran seni budaya, pelatihan budaya terhadap anak-anak," kata Hotbinson.

Ia menyebut pengurus baru merupakan hasil diskusi panjang dan merupakan keputusan terbaik yang dihasilkan. Hotbinson berharap dengan adanya kepengurusan baru ini membawa marga Damanik semakin baik dan kompak.

Ketua Umum Tumpuan Damanik Boru Panogolan Siantar-Simalungun, Satben Rico Damanik, dalam pidatonya mengajak seluruh pomparan Damanik untuk menjaga kesatuan dan memperkuat peran organisasi sebagai wadah bersama.

Satben menegaskan organisasi ini dibentuk sebagai tempat berkumpul dan berharungguan bagi seluruh keturunan Damanik dan Panogolan di wilayah Siantar-Simalungun.

“Kami yang terpilih sebagai pengurus adalah bagian dari kesatuan kita. Harapan kami, dukungan seluruh anggota supaya kita tetap satu,” ujarnya.

Ia juga menyinggung keberadaan Monumen Sang Naualuh Damanik yang kini berdiri sebagai simbol sejarah dan identitas. Menurutnya, momentum tersebut harus menjadi pengingat pentingnya kebersamaan.

“Monumen Sang Naualuh Damanik sudah berdiri, ini momen sakral. Selama ini kita berkelompok, tapi belum dalam satu kesatuan. Harapan kami, Damanik tetap satu,” katanya.

Satben menegaskan bahwa Tumpuan Damanik Boru Panogolan bukan organisasi politik, melainkan wadah pelestarian nilai budaya dan tradisi leluhur.

“Kami tidak berpolitik. Fokus kami adalah perkembangan budaya. Budaya bisa lumpuh oleh perkembangan zaman. Karena itu, berbudaya Damanik adalah semangat utama kita,” tuturnya.

Ia berharap pengurus mendapat arahan dan dukungan dari seluruh anggota agar budaya yang diwariskan para leluhur dapat dilestarikan dengan cara yang benar.

Satben juga menyampaikan kepedulian organisasi terhadap sesama. Selain itu, pihaknya telah berdonasi untuk korban bencana alam, khususnya saudara-saudara yang terdampak banjir.

“Kita turut berduka atas musibah yang dialami banyak saudara kita. Semoga bantuan kecil dari kita bisa meringankan beban mereka,” ucapnya.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN