PDAM Tirta Lihou Ungkap Pencurian Air Ganggu Distribusi ke Sibuntuon

Dirut PDAM Tirta Lihou, Dodi R Mandalahi memberikan keterangan. (foto: Indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID
Direktur Utama PDAM Tirta Lihou, Dodi Ridhowin Mandalahi, mengungkap penyebab terganggunya distribusi air bersih ke Nagori Sibuntuon, Kecamatan Dolok Pardamean, Kabupaten Simalungun.
Ia menegaskan, krisis air yang sempat dikeluhkan warga bukan disebabkan berkurangnya debit sumber mata air, melainkan praktik pencurian air di jalur pipa distribusi.
"Permasalahan di Sibuntuon bukan karena debit air berkurang. Warga Nagori Huta Bayu banyak yang mencuri air dengan membolongi pipa penyalur dan mengalirkannya menggunakan selang," ujar Dodi, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, selama dua hari terakhir petugas PDAM telah berada di lapangan untuk melakukan perbaikan. Lubang-lubang kecil pada pipa yang diduga sengaja dibuat untuk menyedot air telah ditutup dengan cara dilas.
"Selama dua hari ini petugas kita di lokasi melakukan perbaikan. Kita mengelas lubang-lubang kecil yang dibuat masyarakat. Akibatnya pelanggan resmi kita tidak kebagian air," tuturnya.
Dodi menjelaskan, hasil peninjauan langsung ke sumber umbul menunjukkan debit air dalam kondisi mencukupi. Ia menyebut kapasitas aliran mencapai 5 hingga 6 liter per detik.
"Satu liter per detik bisa melayani sekitar 120 rumah tangga. Artinya dengan 5 sampai 6 liter per detik bisa mencukupi sekitar 700 rumah tangga. Sementara pelanggan kita di Sibuntuon hanya sekitar 400," katanya.
Ia juga memaparkan, jumlah pelanggan PDAM di Nagori Huta Bayu sekitar 80 sambungan rumah, jauh lebih sedikit dibandingkan Sibuntuon. Dengan kapasitas yang ada, menurutnya, distribusi seharusnya normal apabila tidak terjadi penyedotan ilegal di sepanjang jalur pipa.
Selain mengganggu pelayanan, tindakan tersebut disebut berdampak pada potensi kerugian perusahaan daerah dan menurunnya tingkat pembayaran pelanggan akibat terganggunya suplai air.
Dodi turut mengakui adanya kelemahan teknis pada instalasi awal jaringan distribusi, yakni pipa yang tidak ditanam di dalam tanah sehingga mudah diakses.
"Seharusnya pipa ditanam saat pemasangan awal. Karena tidak ditanam, pipa terlihat dan dimanfaatkan oleh oknum tertentu," tuturnya.
Saat ini, PDAM menyatakan tengah memulihkan distribusi air ke Sibuntuon secepat mungkin pasca-perbaikan jaringan. Manajemen juga berencana menggelar pertemuan dengan warga dari dua nagori guna mencari solusi bersama dan mencegah terulangnya kerusakan jaringan.
"Setelah perbaikan, kita akan duduk bersama warga dua nagori agar persoalan ini tidak terjadi lagi. Jangan sampai sudah kita benahi, masih ada yang merusak," ucapnya.
Sebelumnya, warga Sibuntuon mengeluhkan aliran air yang mati hingga berhari-hari dan terpaksa memanfaatkan air hujan serta bantuan mobil tangki sebagai solusi sementara. Dengan adanya klarifikasi ini, publik kini menunggu konsistensi pengawasan jaringan serta normalisasi distribusi air bersih secara berkelanjutan.




















