Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

KEK Sei Mangkei Jadi Pusat Hilirisasi Baru, PTPN IV Bangun Industri Oleo Food

Mistar.idKamis, 30 April 2026 09.01
AN
IH
kek_sei_mangkei_jadi_pusat_hilirisasi_baru_ptpn_iv_bangun_industri_oleo_food

Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih (pakai peci) bersama pejabat lainnya dalam prosesi groundbreaking hilirisasi perkebunan di KEK Sei Mangkei. (Foto: Diskominfo Simalungun/Mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Rabu (29/4/2026), menjadi panggung dimulainya babak baru industrialisasi berbasis perkebunan. PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV resmi melakukan groundbreaking Program Hilirisasi Perkebunan Fase II untuk pengembangan industri oleo food dan biodiesel, sebuah langkah strategis yang diyakini akan mengakselerasi pertumbuhan ekonomi daerah.

Momentum ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan menjadi sinyal kuat bahwa Simalungun kian diposisikan sebagai salah satu simpul penting hilirisasi nasional. Kegiatan tersebut dihadiri langsung Bupati Simalungun, Anton Achmad Saragih, bersama unsur Forkopimda dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Acara diawali dengan penyaksian pidato Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, yang disampaikan dari Cilacap, Jawa Tengah. Dalam arahannya, Presiden menegaskan bahwa pemerintah saat ini tengah menggarap 13 proyek strategis nasional di sektor hilirisasi dengan total investasi mencapai sekitar Rp116 hingga Rp119 triliun.

Presiden menekankan, hilirisasi merupakan kunci memperkuat fondasi ekonomi nasional. Melalui kebijakan ini, Indonesia didorong untuk tidak lagi bergantung pada ekspor bahan mentah, melainkan bertransformasi menjadi produsen barang bernilai tambah tinggi.

"Dengan hilirisasi, kita ingin memastikan bahwa kekayaan sumber daya alam benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan rakyat," ujar Presiden.

Usai mengikuti arahan tersebut, Bupati Anton menyampaikan apresiasi atas komitmen PTPN IV dalam mengembangkan industri hilir berbasis kelapa sawit di wilayahnya. Ia menilai, proyek ini merupakan langkah konkret dalam mendorong transformasi ekonomi daerah dari sektor hulu menuju industri pengolahan modern.

Menurut Anton, pembangunan fasilitas oleo food dan biodiesel di KEK Sei Mangkei akan membawa efek berganda (multiplier effect) yang signifikan. Selain membuka lapangan kerja baru dalam skala besar, proyek ini juga diyakini mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal.

"Ini bukan sekadar peningkatan produksi, tetapi lompatan menuju industrialisasi yang memberikan nilai tambah tinggi bagi komoditas unggulan kita," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Simalungun, lanjut Anton, berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap investasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Namun demikian, ia mengingatkan agar seluruh proses pembangunan dan operasional tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan serta menjaga kelestarian lingkungan.

Prosesi groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol secara simbolis oleh para pejabat yang hadir, menandai dimulainya tahap konstruksi proyek. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertukaran cenderamata sebagai simbol kemitraan dan kolaborasi.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut perwakilan Gubernur Sumatera Utara, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Fariz Haholongan Hutagalung, Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III Ryanto Wisnuardhy, serta Direktur Utama PTPN IV Ugun Untaryo bersama jajaran.

Dengan dimulainya proyek ini, KEK Sei Mangkei semakin mengukuhkan perannya sebagai pusat hilirisasi perkebunan nasional, sekaligus menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi berkelanjutan di Sumatera Utara, khususnya Kabupaten Simalungun. (hm25)


BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN