Thursday, June 4, 2026
home_banner_first
SIANTAR SIMALUNGUN

Jangan Hanya Sekadar Memberi Imbauan, Pemkab Simalungun Harus Bergerak Nyata Antisipasi Bencana

Mistar.idRabu, 26 November 2025 13.30
journalist-avatar-top
RS
jangan_hanya_sekadar_memberi_imbauan_pemkab_simalungun_harus_bergerak_nyata_antisipasi_bencana

Sungai Andarasi meluap sampai ke badan jalan beberapa tahun lalu. (foto: roland/mistar)

news_banner

Simalungun, MISTAR.ID

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengeluarkan surat imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi. Imbauan itu mencakup risiko curah hujan tinggi, angin kencang, puting beliung, longsor, kekeringan, hingga kebakaran hutan.

Selain meminta kewaspadaan masyarakat, Pemkab juga mengimbau perangkat pemerintahan dari tingkat nagori hingga kecamatan untuk secara gotong-royong membersihkan saluran air di wilayah masing-masing.

Menanggapi imbauan tersebut, Anggota DPRD Simalungun Bernhard Damanik menekankan BPBD perlu melakukan aksi nyata, bukan sekadar surat imbauan. Menurutnya, tindakan seperti pengerukan sungai, pembersihan saluran air, dan perawatan bantaran sungai jauh lebih efektif dalam mengantisipasi banjir.

“Bukan hanya imbauan, harus ada gerakan nyata. Keruk dan bersihkan sungai agar mampu menampung air saat debit tiba-tiba meningkat,” ujar Bernhard, Rabu (26/11/2025).

Bernhard juga meminta BPBD mendata titik-titik rawan banjir dan longsor agar masyarakat yang tinggal di area tersebut dapat diberi peringatan dini. “Ini penting agar saat hujan intensitas tinggi, warga bisa segera mengungsi,” katanya.

Anggota DPRD lainnya, Jonahes Sipayung, menekankan pentingnya langkah antisipatif di wilayah rawan banjir, seperti Kecamatan Tanah Jawa dan Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kelurahan Serbelawan. “Lakukan gerak cepat, gotong royong bersihkan sungai. Langkah kecil ini sangat bermanfaat,” ucapnya.

Warga Nagori Andarasi, Kecamatan Tanah Jawa, Rizky, menyampaikan kekhawatirannya terhadap kondisi cuaca ekstrem. Menurutnya, hingga kini belum ada langkah konkrit dari Pemkab untuk mengantisipasi banjir saat hujan deras.

“Setiap hujan deras, Sungai Andarasi selalu meluap. Luapan itu sering menghantam Jembatan Andarasi, yang merupakan akses utama Siantar-Tanah Jawa. Kami berharap ada tindakan, jangan menunggu ada korban jiwa atau materi,” tuturnya. (hm24)

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN