Friday, June 5, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

YouTube Hadirkan Fitur Baru untuk Cegah Doomscrolling dan Jaga Kesehatan Digital Remaja

Mistar.idJumat, 21 November 2025 16.32
journalist-avatar-top
youtube_hadirkan_fitur_baru_untuk_cegah_doomscrolling_dan_jaga_kesehatan_digital_remaja

Garth Graham, Global Head of Healthcare YouTube & Google Health, memperkenalkan sejumlah fitur baru untuk melindungi remaja di media sosial mereka. (Foto: CNN Indonesia/Wisga Putra)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

YouTube memperkenalkan sejumlah fitur baru yang dirancang untuk membantu mencegah kebiasaan doomscrolling serta mendukung kesehatan digital para remaja yang aktif di media sosial. Platform milik Google itu mencatat bahwa sekitar 46 juta remaja Indonesia kini tumbuh dalam lingkungan yang terus terhubung secara online dan offline, sehingga perlindungan digital menjadi semakin penting.

Garth Graham, Global Head of Healthcare YouTube & Google Health, mengungkapkan bahwa pihaknya sangat antusias memperkenalkan rangkaian alat baru untuk mengelola durasi menonton Shorts. Ia menekankan bahwa YouTube ingin membentuk pola konsumsi konten yang lebih sehat dan seimbang.

Selain pengingat otomatis seperti “Take a Break” dan “Bedtime” yang ditujukan untuk pengguna di bawah 18 tahun, YouTube kini menambah fitur pengaturan waktu yang lebih fleksibel. Remaja dapat menentukan batas durasi harian untuk menonton Shorts, sehingga mereka memiliki kendali lebih besar atas kebiasaan konsumsi konten.

Graham menambahkan bahwa pada akhir tahun, YouTube akan memperluas fitur kontrol orang tua agar batas waktu menonton Shorts juga dapat diatur melalui akun yang diawasi.

Tidak hanya itu, YouTube juga meningkatkan sistem rekomendasi demi menjaga keamanan remaja. Platform kini membatasi jenis konten yang meski aman saat ditonton sekali, dapat memberi dampak kurang baik jika dikonsumsi berulang kali. Awalnya perlindungan ini mencakup tiga kategori, namun kini diperluas menjadi enam kategori tambahan, termasuk konten perbandingan fisik, agresi sosial, hingga saran finansial yang tidak realistis.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN