Pil Panjang Umur Lonvi Diklaim Mampu Perpanjang Usia Manusia hingga 150 Tahun

Ilustrasi konsumsi pil (Foto: iStock)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Sebuah perusahaan rintisan asal Tiongkok yang bergerak di bidang biosains dan penelitian umur panjang, Lonvi Biosciences, mengumumkan bahwa mereka tengah mengembangkan pil yang diklaim dapat memperpanjang usia manusia hingga mencapai sekitar 150 tahun. Produk tersebut dirancang untuk menargetkan sel-sel tua yang berhenti membelah dan berpotensi memicu peradangan dalam tubuh.
CEO Lonvi, Ip Zhu, menjelaskan bahwa formula yang mereka kembangkan tidak sekadar suplemen biasa. Menurutnya, bahan aktif utama pada pil tersebut berfungsi memperkuat kesehatan sel sekaligus membantu mengurangi risiko penyakit yang kerap muncul seiring bertambahnya usia. Ia menyebut teknologi ini sebagai langkah signifikan dalam dunia gerosains.
Lonvi menilai bahwa hidup hingga 150 tahun bukan lagi sebatas angan-angan ilmiah, dan mereka optimistis produk ini dapat dipasarkan dalam beberapa tahun mendatang.
Pil tersebut berbahan dasar procyanidin C1 (PCC1), molekul yang diekstraksi dari biji anggur. Zat ini sebelumnya telah disebut dalam sejumlah penelitian karena berpotensi meningkatkan kelangsungan hidup hewan uji coba.
Hasil pengujian Lonvi di laboratorium Shenzhen menunjukkan bahwa tikus percobaan yang diberi PCC1 mampu hidup rata-rata 9,4 persen lebih lama, bahkan mencapai 64,2 persen lebih panjang sejak perawatan dimulai. Para ilmuwan menambahkan bahwa penggunaan pil sebaiknya tetap disertai pola hidup sehat dan pemeriksaan medis rutin agar manfaatnya optimal.
Lonvi Biosciences mulai mengoperasikan laboratorium utamanya pada 2022, tidak lama setelah ilmuwan dari Shanghai merilis riset terkait PCC1 yang menjadi titik awal pengembangan teknologi ini.
Ip Zhu menilai perkembangan sains yang mempelajari penuaan berjalan sangat cepat. Ia bahkan menyebut bahwa dalam satu dekade mendatang, penyakit-penyakit besar seperti kanker mungkin bisa ditekan hingga tidak lagi menjadi ancaman besar.
Pemerintah Tiongkok sendiri telah menempatkan riset umur panjang sebagai salah satu fokus nasional, sejajar dengan kecerdasan buatan dan bioteknologi. Presiden Xi Jinping pun pernah menyinggung kemungkinan manusia hidup hingga 150 tahun saat berbincang dengan Presiden Rusia Vladimir Putin percakapan yang sempat ramai diperbincangkan setelah bocor ke publik.
BERITA TERPOPULER























