SK Group Gandeng Nvidia: HBM Jadi Kunci Dominasi AI Korea Selatan

Ketua SK Group Chey Tae-won dan Jensen Huang, pendiri dan CEO NVIDIA, bertemu selama APEC CEO Summit 2025 di mana kemitraan baru antara SK dan NVIDIA diumumkan untuk menciptakan cloud AI untuk manufaktur di Korea Selatan. (foto:SK/Mistar)
Pematangsiantar, MISTAR.ID
Kolaborasi global di sektor Artificial Intelligence (AI) kembali menguat. Kali ini, raksasa konglomerasi Korea Selatan SK Group resmi memperdalam kerja sama strategis dengan Nvidia, pemimpin dunia teknologi GPU dan akselerator AI. Pertemuan langsung antara Ketua SK Group, Chey Tae-won, dan CEO Nvidia, Jensen Huang, menjadi sinyal kuat bahwa persaingan AI global kini memasuki fase yang lebih serius dan terstruktur.
Fokus utama kerja sama ini adalah pengembangan High-Bandwidth Memory (HBM)—komponen krusial yang menentukan kecepatan dan efisiensi pemrosesan data dalam sistem AI modern. HBM menjadi tulang punggung bagi GPU Nvidia yang digunakan untuk melatih dan menjalankan model AI berskala besar, termasuk AI generatif dan komputasi pusat data.
HBM: Jantung Infrastruktur AI Modern
Dalam ekosistem AI, GPU bukanlah satu-satunya faktor penentu performa. Tanpa memori berkecepatan tinggi seperti HBM, kemampuan komputasi AI akan mengalami hambatan serius. Di sinilah SK hynix, anak usaha SK Group, memainkan peran vital sebagai salah satu produsen HBM terbesar di dunia.
SK hynix kini berada di garis depan pengembangan HBM generasi terbaru, yang dirancang untuk mendukung kebutuhan AI berperforma tinggi. Nvidia sendiri menjadi salah satu pelanggan utama HBM SK hynix, memperlihatkan hubungan saling ketergantungan yang semakin kuat antara kedua perusahaan.
AI Factory dan Ambisi Infrastruktur Skala Besar
Tak berhenti pada pasokan memori, kolaborasi SK Group dan Nvidia juga mencakup pembangunan infrastruktur AI Factory—pusat komputasi AI berskala besar yang memanfaatkan puluhan ribu GPU Nvidia. Infrastruktur ini akan digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis, mulai dari manufaktur cerdas, simulasi industri, hingga pengembangan model AI internal.
Langkah ini menandai pergeseran besar: AI tidak lagi sekadar alat bantu, melainkan fondasi utama transformasi industri. Dengan AI Factory, SK Group menargetkan efisiensi operasional, peningkatan produktivitas, serta keunggulan kompetitif jangka panjang.
Memperkuat Posisi Korea di Peta AI Global
Kolaborasi ini juga membawa dampak geopolitik teknologi. Di tengah persaingan ketat antara Amerika Serikat, China, dan negara maju lainnya, Korea Selatan memperkuat posisinya sebagai pemain kunci dalam rantai pasok AI global, khususnya di sektor semikonduktor dan memori.
HBM kini menjadi komoditas strategis. Permintaan global terus melonjak seiring meningkatnya adopsi AI di berbagai sektor, mulai dari cloud computing, otomotif, hingga pertahanan. Dengan dukungan Nvidia, SK Group berpotensi mengamankan peran sentral dalam ekosistem AI dunia.
Lebih dari Sekadar Kerja Sama Bisnis
Kemitraan SK Group dan Nvidia mencerminkan tren baru industri teknologi: kolaborasi mendalam antara pembuat chip, penyedia infrastruktur, dan pengembang AI. Bukan lagi soal siapa yang paling kuat secara individu, melainkan siapa yang memiliki ekosistem paling solid dan terintegrasi.
Ke depan, kerja sama ini diprediksi tidak hanya mendorong pertumbuhan bisnis kedua perusahaan, tetapi juga membentuk arah perkembangan AI global—di mana kecepatan memori, efisiensi komputasi, dan skala infrastruktur menjadi faktor penentu dominasi.
(berbagaisumber/ai/hm27)
BERITA TERPOPULER
BERITA TERPOPULER
























