Sunday, July 12, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Meta Hentikan Fitur Pembuat Gambar Berbasis AI

Mistar.idMinggu, 12 Juli 2026 pukul 16.03 WIB
meta_hentikan_fitur_pembuat_gambar_berbasis_ai

Meta AI. (Foto: Samaa.tv)

news_banner

New York, MISTAR.ID – Meta memutuskan menghentikan fitur pembuat gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) bernama Muse Image hanya beberapa hari setelah diperkenalkan, Minggu (12/7/2026).

Keputusan tersebut diambil di tengah gelombang kritik terkait isu privasi, termasuk dari serikat pekerja Hollywood.

"Niat kami adalah menyediakan alat kreatif yang berguna dan memberi orang kendali atas apakah konten publik mereka bisa dirujuk dengan cara ini. Kami mendengar masukan kalau fitur ini meleset dari sasaran, sehingga tidak lagi tersedia," kata Meta dalam pernyataan resminya.

Muse Image sebelumnya diluncurkan pada Selasa (7/7/2026) sebagai model image generation pertama yang dikembangkan Meta Superintelligence Labs. Fitur ini terintegrasi dengan chatbot Meta AI sehingga pengguna dapat membuat maupun mengedit gambar menggunakan foto dan sketsa sebagai masukan.

Sorotan muncul karena Muse Image dapat memanfaatkan foto dari akun Instagram publik untuk menghasilkan gambar. Mekanisme opt-in yang aktif secara otomatis tanpa persetujuan eksplisit dari pengguna menjadi salah satu aspek yang paling banyak dipersoalkan.

Aktris peraih Emmy, Hannah Einbinder, yang dikenal lewat serial Hacks, turut menyuarakan kritik melalui akun Instagram pribadinya. Ia menilai fitur tersebut diaktifkan secara otomatis dan mengimbau pengguna lain untuk menonaktifkannya.

SAG-AFTRA, serikat yang menaungi aktor dan profesional media, turut mendesak anggotanya dan pengguna Instagram lain pada Kamis (9/7/2026) untuk mematikan fitur tersebut.

"Apa pun selain opt-in yang jelas dan mencolok untuk jenis penggunaan gambar pengguna Instagram semacam ini tidak dapat diterima," kata SAG-AFTRA dalam pernyataannya.

Setelah Meta memutuskan menarik fitur tersebut, SAG-AFTRA menyambut baik langkah itu.

Juru bicara serikat menyebut penghentian fitur sebagai langkah yang bertanggung jawab, mengingat bahaya replika digital tanpa persetujuan sudah banyak diketahui. (CNN Indonesia)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN