Sunday, July 12, 2026
home_banner_first
OLAHRAGA

Indonesia Borong Emas Nomor Speed di World Climbing Series Chamonix 2026

Mistar.idMinggu, 12 Juli 2026 pukul 17.29 WIB
indonesia_borong_emas_nomor_speed_di_world_climbing_series_chamonix_2026_

Desak Made Rita Kusuma Dewi dan Veddriq Leonardo. (foto: FPTI/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Tim panjat tebing Indonesia tampil gemilang pada nomor speed World Climbing Series Chamonix 2026 di Prancis, Minggu (12/7/2026). Kontingen Merah Putih berhasil membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak.

Dua medali emas dipersembahkan Desak Made Rita Kusuma Dewi dari nomor speed putri, serta Veddriq Leonardo di nomor speed putra. Sementara, Antasyafi Robby Al Hilmi menyumbangkan medali perak usai finis sebagai runner-up di nomor speed putra.

Dominasi Indonesia semakin terasa setelah partai final speed putra mempertemukan dua atlet Merah Putih, yakni Veddriq dan Robby.

Desak melanjutkan tren positifnya setelah sebelumnya menjadi juara pada seri Krakow, Polandia. Di babak final, atlet asal Bali tersebut menaklukkan wakil Italia, Giulia Randi, dengan catatan waktu 6,22 detik, unggul dari lawannya yang mencatat 6,51 detik.

Sementara medali perunggu nomor speed putri diraih atlet Prancis, Capucine Viglione, usai mengalahkan wakil Amerika Serikat, Isis Rothfork, dengan waktu 6,41 detik berbanding 6,53 detik.

"Malam ini saya mampu tampil dengan performa terbaik. Saya sangat senang bisa mempersembahkan medali emas untuk negara dan tim saya. Sejak awal saya hanya ingin memberikan yang terbaik," ujar Desak seusai lomba.

Pada sektor putra, Veddriq Leonardo memastikan gelar juara setelah mengalahkan rekan senegaranya, Antasyafi Robby Al Hilmi, di partai final. Veddriq membukukan waktu 4,89 detik, sedangkan Robby mencatatkan 5,11 detik.

Medali perunggu menjadi milik atlet Jepang, Ryo Omasa, yang mengungguli wakil China, Yicheng Zhao. Omasa mencatat waktu 4,701 detik, hanya unggul tipis atas Zhao yang membukukan 4,704 detik.

Bagi Veddriq, gelar di Chamonix menjadi pencapaian istimewa karena merupakan medali emas pertamanya di ajang World Climbing Series sejak meraih emas Olimpiade. "Saya sangat bersyukur. Ini adalah medali emas pertama saya setelah Olimpiade. Terima kasih atas semua dukungan yang diberikan," kata Veddriq.

Ia mengaku persiapannya menjelang kejuaraan tidak berjalan maksimal. Meski demikian, kerja kerasnya mampu membuahkan hasil yang memuaskan. "Saya terus berusaha memberikan yang terbaik. Hasil ini sangat berarti bagi saya dan saya sangat bersyukur," ujarnya.

Asisten pelatih tim speed Indonesia, Fitriyani, mengapresiasi penampilan para atlet. Menurutnya, setelah tampil di Krakow, tim hanya fokus melakukan adaptasi kondisi di Chamonix tanpa menjalani program latihan khusus.

"Di tengah keterbatasan, para atlet tetap mampu tampil maksimal dan memberikan hasil terbaik untuk Indonesia. Kami bangga dengan perjuangan mereka serta berterima kasih atas dukungan dan doa masyarakat Indonesia," kata Fitriyani.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN