Sunday, July 12, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Pelatih Swiss Kritik Keputusan Wasit Usai Disingkirkan Argentina

Mistar.idMinggu, 12 Juli 2026 pukul 18.34 WIB
pelatih_swiss_kritik_keputusan_wasit_usai_disingkirkan_argentina

Pelatih Timnas Swiss, Murat Yakin. (foto: AFP/Mistar)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID – Pelatih Timnas Swiss, Murat Yakin, melontarkan kritik terhadap keputusan wasit setelah timnya tersingkir dari Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026. Ia menilai kartu kuning kedua yang diterima Breel Embolo menjadi titik balik yang merugikan timnya.

Dalam laga yang berlangsung di Kansas City Stadium, Minggu (12/7/2026) pagi WIB, Argentina menang 3-1 setelah melalui babak perpanjangan waktu. Skor sempat imbang 1-1 hingga waktu normal usai berkat gol Alexis Mac Allister yang dibalas Dan Ndoye.

Di extra time, Julian Alvarez dan Lautaro Martinez mencetak gol untuk memastikan langkah Argentina ke semifinal, di mana mereka akan menghadapi Inggris.

Swiss harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-72 setelah Embolo menerima kartu kuning kedua yang berujung kartu merah. Keputusan tersebut diambil setelah wasit meninjau ulang insiden melalui sistem VAR.

Awalnya Embolo terlihat dijatuhkan oleh Leandro Paredes di area penalti. Namun, tayangan ulang menunjukkan penyerang Swiss itu terjatuh setelah melakukan putaran badan dan kakinya mengenai kaki Paredes. Wasit kemudian menilai Embolo melakukan simulasi dan memberikan kartu kuning kedua karena dianggap melakukan diving.

Murat Yakin mengaku tidak dapat menerima keputusan tersebut. Menurutnya, kontak antarpemain tetap terjadi sehingga hukuman yang diberikan tidak pantas.

"Keputusan itu benar-benar sulit dipercaya. Saya sangat tidak setuju. Ada kontak yang jelas dan saya tidak mengerti bagaimana wasit maupun VAR bisa mengambil kesimpulan seperti itu," ujar Yakin, dikutip dari ESPN.

Ia juga mempertanyakan alasan Embolo diganjar kartu kuning karena menilai tidak ada unsur kesengajaan untuk menipu wasit. "Saya tidak mengatakan Argentina diuntungkan. Kedua tim bermain sepak bola, tetapi kali ini saya merasa sepak bola bukan pemenangnya," katanya.

Meski gagal melangkah ke semifinal, Yakin tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya. Ia membawa Swiss menembus perempat final, menyamai pencapaian terbaik negara tersebut sejak Piala Dunia 1954.

"Selamat untuk Argentina. Kami akan mengevaluasi pertandingan ini. Para pemain sudah berjuang keras, tetapi kami harus menerima hasil yang terjadi," tutur Yakin.



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN