Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Mac Pro Disuntik Mati? Ini Fakta, Alasan Apple, dan Calon Penggantinya

Mistar.idSenin, 30 Maret 2026 pukul 15.00 WIB
mac_pro_disuntik_mati_ini_fakta_alasan_apple_dan_calon_penggantinya

Ilustrasi, Mac Pro Disuntik Mati? Ini Fakta, Alasan Apple, dan Calon Penggantinya. (foto:gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Setelah lebih dari dua dekade menjadi simbol workstation kelas berat, lini Mac Pro resmi memasuki babak akhir. Apple menghentikan produksi desktop profesional tersebut, menandai perubahan besar dalam strategi perangkat komputasi kelas atas mereka.

Keputusan ini bukan sekadar penghentian satu produk, tetapi sinyal transformasi arah Apple di era chip Apple Silicon.

Lalu, apa sebenarnya Mac Pro? Mengapa dihentikan? Dan apakah sudah ada penggantinya?

Apa Itu Mac Pro?

Mac Pro adalah desktop workstation premium yang dirancang Apple untuk kalangan profesional dengan kebutuhan komputasi ekstrem — mulai dari editor film resolusi tinggi, animator 3D, hingga studio produksi musik.

Produk ini pertama kali diperkenalkan pada 2006 sebagai penerus Power Mac G5, dan selama bertahun-tahun menjadi mesin paling bertenaga dalam ekosistem Apple.

Generasi terakhirnya dirilis pada 2023 dengan chip M2 Ultra, prosesor berbasis Apple Silicon yang menggabungkan performa CPU dan GPU tinggi dalam satu sistem terpadu (System on Chip/SoC).

Versi ini mampu menangani beban kerja berat seperti rendering 8K, simulasi kompleks, hingga pengolahan data skala besar. Meski begitu, model tersebut tidak lagi diperbarui hingga akhirnya dihentikan.

Mengapa Apple Menghentikan Mac Pro?

Ada beberapa faktor kunci di balik keputusan Apple:

1. Pasar yang Terlalu Niche

Mac Pro menyasar segmen sangat spesifik. Volume penjualannya kecil dibanding lini MacBook atau iMac, membuatnya kurang strategis secara bisnis.

2. Transisi ke Apple Silicon

Sejak Apple beralih ke chip internal (M-series), pendekatan desain komputer berubah drastis. Arsitektur Apple Silicon mengutamakan integrasi tinggi dan efisiensi daya, bukan modularitas seperti workstation tradisional.

Pada Mac Pro versi M2 Ultra, pengguna memang masih mendapatkan slot PCIe internal. Namun, GPU tidak lagi bisa diganti atau di-upgrade secara bebas karena semuanya terintegrasi dalam chip.

Ini membuat nilai jual utama Mac Pro sebagai workstation modular mulai memudar.

3. Kinerja Tersalip Produk Lain

Ironisnya, performa Mac Pro terakhir mulai tertinggal dibanding produk Apple lain yang lebih baru, seperti Mac Studio dengan chip generasi berikutnya.

Hal ini membuat perbedaan antara Mac Pro dan Mac Studio semakin tipis — bahkan dalam beberapa skenario, Mac Studio lebih unggul dengan harga lebih rendah.

Apakah Sudah Ada Penggantinya?

Secara resmi, Apple belum mengumumkan “Mac Pro generasi baru”. Namun, banyak analis dan pengamat industri menilai bahwa Mac Studio kini menjadi penerus fungsionalnya.

Mac Studio hadir sebagai desktop profesional dalam desain ringkas, tetapi dengan tenaga besar. Model terbaru bahkan menggunakan chip M3 Ultra dan varian M4 Max, yang menawarkan lonjakan performa signifikan dibanding M2 Ultra.

Dengan performa tinggi, efisiensi daya lebih baik, dan harga lebih kompetitif, Mac Studio kini menjadi pilihan utama Apple untuk segmen profesional.

Perbedaan Mendasar Mac Pro dan “Penggantinya”

Meski Mac Studio disebut sebagai penerus, keduanya memiliki filosofi berbeda:

Mac Pro:

- Desain tower besar

- Mendukung slot PCIe internal

- Fokus pada ekspansi perangkat keras di dalam casing

- Harga sangat premium

Mac Studio:

- Desain ringkas dan minimalis

- Tanpa slot ekspansi internal

- Mengandalkan konektivitas Thunderbolt untuk perangkat eksternal

- Performa lebih baru dengan harga relatif lebih terjangkau

Perbedaan paling mencolok ada pada konsep modularitas. Mac Pro dibangun sebagai mesin yang bisa dikustomisasi secara fisik, sementara Mac Studio mengusung integrasi total berbasis Apple Silicon.

Transformasi Strategi Apple

Penghentian Mac Pro menandai akhir era workstation tower tradisional Apple. Strategi perusahaan kini lebih condong pada desain terintegrasi, efisiensi tinggi, dan optimalisasi antara perangkat keras serta perangkat lunak.

Pendekatan ini konsisten dengan filosofi Apple Silicon: performa tinggi dalam desain kompak dan hemat energi.

Bagi sebagian profesional lama, ini mungkin terasa seperti kehilangan simbol ikonik. Namun bagi Apple, langkah ini mencerminkan arah masa depan komputasi desktop yang lebih modern dan efisien.

Kesimpulan: Mac Pro bukan sekadar komputer mahal — ia adalah representasi ambisi Apple di dunia workstation profesional.

Kini, tongkat estafet itu tampaknya telah berpindah ke Mac Studio. Tanpa pengumuman resmi tentang Mac Pro generasi baru, besar kemungkinan Apple tidak lagi melihat kebutuhan menghadirkan tower modular tradisional di era Apple Silicon.

Satu era berakhir, dan era desktop profesional yang lebih ringkas serta terintegrasi telah dimulai.

(berbagaisumber/ai/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN