Friday, July 17, 2026
home_banner_first
SAINS & TEKNOLOGI

Fenomena Planet Berderet Besok, Bisa Dilihat Telanjang Mata

Mistar.idJumat, 27 Februari 2026 pukul 11.59 WIB
fenomena_planet_berderet_besok_bisa_dilihat_telanjang_mata

Ilustrasi planet berjejer. (Foto: Pixabay)

news_banner

Jakarta, MISTAR.ID

Sejumlah planet di tata surya diprediksi tampak berderet jika dilihat dari Bumi. Berdasarkan keterangan NASA, fenomena yang dikenal sebagai planetary parade ini dapat diamati pada 28 Februari 2026.

Istilah “parade planet” kerap dimaknai sebagai posisi planet-planet yang sejajar. Namun, susunan tersebut bukan berarti seluruhnya berada dalam satu garis lurus sempurna, melainkan tampak berdekatan dari perspektif pengamat di Bumi.

Dalam peristiwa kali ini, Merkurius, Venus, Jupiter, dan Saturnus dapat disaksikan tanpa alat bantu. Sementara itu, Uranus dan Neptunus memerlukan teleskop agar terlihat jelas.

Fenomena ini tergolong istimewa karena tidak terjadi setiap tahun. Bagi penggemar astronomi, momen tersebut menjadi kesempatan langka untuk menikmati pemandangan beberapa planet sekaligus.

Untuk menyaksikannya, pengamat disarankan mencari lokasi dengan pandangan langit barat yang terbuka, jauh dari gangguan gedung tinggi maupun pepohonan. Mengutip laporan Live Science, Jumat (27/2/2026), Merkurius dan Venus akan tampak rendah di dekat cakrawala setelah Matahari terbenam, dengan Saturnus berada sedikit lebih tinggi.

Neptunus dapat ditemukan di dekat Saturnus jika menggunakan teleskop. Di langit selatan, Jupiter akan terlihat terang berwarna putih dan mudah dikenali di area rasi Gemini. Sementara tiga bintang Sabuk Orion diperkirakan berada di antara gugusan planet tersebut.

Uranus bisa diamati memakai teropong kecil. Letaknya berada di atas Alnitak, Alnilam, dan Mintaka, tiga bintang utama Sabuk Orion, atau di bawah gugus Taurus yang menaungi Pleiades.

Planet-planet ini mulai tampak sekitar 30 hingga 60 menit setelah Matahari terbenam. Venus, Merkurius, Saturnus, dan Uranus akan bertahan di langit selama kurang lebih 45 menit sebelum tenggelam.

Cara Membedakan Planet dan Bintang

Menurut ilmuwan planet Sara Mazrouei dari Humber Polytechnic, cahaya planet cenderung stabil dan tidak berkelip seperti bintang. Karakteristik tersebut dapat membantu pengamat membedakannya dari objek langit lainnya. Fenomena serupa juga diperkirakan masih bisa terlihat beberapa malam setelah akhir pekan tersebut.

Ilmuwan planet Emily Elizondo dari Michigan State University menilai, melihat banyak objek langit dalam satu waktu memberi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menghubungkan kita dengan astronom masa lampau.

Dahulu, para pengamat hanya mengandalkan pengamatan visual terhadap planet untuk memahami alam semesta.

Pada periode yang sama di akhir Februari, Bulan sabit akan tampak semakin besar dan bergerak mendekati Gugus Beehive yang juga dikenal sebagai M44 atau NGC 2632. Gugusan ini berisi sekitar seribu bintang dan berjarak kurang lebih 577 tahun cahaya dari tata surya.

Perpaduan parade planet dan kehadiran gugus bintang tersebut menjadikan akhir Februari 2026 sebagai momen menarik bagi para penikmat langit malam. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN