Sunday, July 19, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

ITB Terapkan Kurikulum Berbasis Depth dan Breadth

Mistar.idKamis, 5 Februari 2026 pukul 05.00 WIB
itb_terapkan_kurikulum_berbasis_depth_dan_breadth

Kurikulum. (Foto: Akademik)

news_banner

Bandung, MISTAR.ID

Institut Teknologi Bandung (ITB) telah menerapkan kurikulum berbasis Depth dan Breadth. Kurikulum sebenarnya sudah mulai diberlakukan sejak 2024.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Irwan Meilano, mengatakan bahwa kurikulum tersebut dirancang untuk memberikan ruang belajar yang lebih fleksibel bagi mahasiswa.

Menurutnya, mahasiswa didorong untuk merancang arah masa depannya sendiri melalui pilihan mata kuliah yang sesuai dengan minat dan tujuan akademik mereka.

“Di ITB, kami punya semangat bahwa mahasiswa dapat menentukan masa depan mereka sendiri dengan memilih mata kuliah yang ingin dipelajari,” ujar Irwan, dilansir dari Kompas.com, Kamis (5/2/2026).

Irwan menjelaskan, skema Depth ditujukan bagi mahasiswa yang ingin memperdalam satu bidang keilmuan secara fokus sejak awal hingga akhir masa studi. Dalam skema ini, mahasiswa dapat menekuni satu disiplin ilmu secara konsisten sampai lulus.

Sementara itu, skema Breadth memungkinkan mahasiswa memperluas cakupan pembelajaran ke bidang lain di luar program studi utamanya. Bidang tambahan tersebut dapat diambil sebagai minor atau sekadar untuk memperkaya wawasan, keterampilan, dan potensi inovasi lintas disiplin.

“Mahasiswa diperbolehkan mengambil mata kuliah dari program studi lain selama mata kuliah inti di prodi utamanya sudah terpenuhi,” kata Irwan.

Ia mencontohkan, mahasiswa teknik sipil dapat mempelajari desain, mahasiswa teknik mesin bisa mendalami bisnis, atau mahasiswa astronomi belajar geologi.

Berdasarkan informasi di laman resmi ITB, kurikulum 2024 menawarkan tiga pilihan jalur pembelajaran, yakni Depth, Breadth, serta kombinasi Depth dan/atau Breadth.

Skema Depth merupakan paket spesialisasi di dalam satu program studi. Adapun Breadth, yang kerap disamakan dengan konsep double major, memberi kesempatan mahasiswa menempuh dua program studi sekaligus.

Sementara itu, skema Depth dan/atau Breadth memberi keleluasaan bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan akademik di dalam maupun di luar program studi tanpa terikat paket tertentu.

Dalam skema terakhir ini, mahasiswa bebas mengambil mata kuliah lintas disiplin hanya untuk memperluas pengetahuan. Mata kuliah tersebut tidak dicantumkan sebagai minor ataupun tercatat pada ijazah.

“Bahkan tanpa label minor pun tidak masalah, asalkan mahasiswa ingin memiliki pengetahuan di bidang tersebut,” tuturnya. (hm20)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN