Thursday, June 18, 2026
home_banner_first
SAHABAT PENDIDIKAN

Hardiknas 2026 di Siantar, Dorong Transformasi Pendidikan dan Peran Guru

Mistar.idSabtu, 2 Mei 2026 12.09
journalist-avatar-top
AS
hardiknas_2026_di_siantar_dorong_transformasi_pendidikan_dan_peran_guru

Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang bertindak sebagai pembina upacara (foto:ist/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kota Pematangsiantar menjadi momentum penting bagi transformasi dunia pendidikan lokal. Mengusung semangat filosofi Ki Hajar Dewantara, Pemerintah Kota Pematangsiantar menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan serta sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman bagi siswa.

Upacara utama Hardiknas 2026 dipusatkan di UPTD SMP Negeri 1 Pematangsiantar, Sabtu (2/5/2026). Mewakili Wali Kota Wesly Silalahi, Sekretaris Daerah (Sekda) Junaedi Antonius Sitanggang bertindak sebagai pembina upacara.

Nuansa kearifan lokal terasa kental dalam prosesi tersebut. Para guru dan petugas upacara mengenakan busana adat Simalungun lengkap dengan atribut gotong dan bulang. Penggunaan busana adat ini tidak hanya sebagai estetika, tetapi juga simbol semangat kebhinekaan dalam pendidikan nasional.

Membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, Junaedi menegaskan bahwa pendidikan adalah proses memanusiakan manusia melalui ketulusan dan kasih sayang.

“Pendidikan sejatinya adalah proses yang dijalankan dengan asah, asih, dan asuh untuk menumbuhkan potensi terbaik setiap individu,” ungkapnya.

Selaras dengan visi pemerintahan Prabowo Subianto, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas.

Lima kebijakan strategis yang menyertainya meliputi digitalisasi pendidikan, adaptasi teknologi di ruang kelas, peningkatan kualitas guru, penguatan karakter, serta peningkatan literasi dan numerasi. Selain itu, akses pendidikan inklusif juga menjadi perhatian agar dapat menjangkau seluruh kalangan.

Salah satu poin penting dalam Hardiknas tahun ini adalah gerakan budaya ASRI (Aman, Sehat, Rapi, dan Indah) yang bertujuan menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman sehingga siswa merasa betah dan terlindungi.

Peringatan Hardiknas juga dilaksanakan serentak di berbagai sekolah di Pematangsiantar dengan melibatkan jajaran pejabat pemerintah kota sebagai pembina upacara. Hal ini menunjukkan sinergi kuat antar-sektor dalam meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

Di akhir amanatnya, disampaikan bahwa keberhasilan transformasi pendidikan di Pematangsiantar bergantung pada tiga pilar utama, yaitu pola pikir (mindset) yang maju, mental yang kuat, dan komitmen yang konsisten.

Tanpa ketiga hal tersebut, kebijakan pendidikan dikhawatirkan hanya menjadi formalitas administratif tanpa dampak nyata bagi perkembangan siswa. Momentum Hardiknas 2026 menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia dimulai dari kualitas pembelajaran di ruang kelas saat ini.

BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN