Disdik Simalungun: Tinggal Kelas Harus Jadi Kesempatan, Bukan Hukuman

Sejumlah Murid SMP N 1 Raya saat melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA). (foto:indra/mistar)
Simalungun, MISTAR.ID (13/10/2026) – Tidak semua anak bisa mengikuti pelajaran dengan kecepatan yang sama. Ada yang mudah memahami materi, ada pula yang membutuhkan waktu lebih lama. Kondisi ini menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam wacana tidak otomatis naik kelas bagi siswa SD dan SMP.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Simalungun, Frits Ueki Damanik, mengatakan penentuan kenaikan kelas harus mengacu pada perkembangan belajar siswa. Sekolah, kata dia, perlu melihat apakah anak sudah mencapai kompetensi yang diharapkan, sekaligus memahami kendala yang membuat mereka kesulitan.
"Prinsipnya, pendidikan bukan hanya soal naik kelas atau tidak naik kelas. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa mengikuti proses pembelajaran dan mencapai kompetensi yang diharapkan," ujar Ueki, Selasa (13/10/2026).
Menurutnya, guru memiliki peran untuk mengetahui siswa yang mulai tertinggal dalam pelajaran. Anak-anak tersebut perlu mendapat pendampingan, bukan dibiarkan menghadapi kesulitannya sendiri hingga akhir tahun ajaran. "Tinggal kelas harus jadi kesempatan, bukan hukuman," katanya.
Ueki juga mengingatkan pentingnya keterlibatan orang tua. Komunikasi dengan pihak sekolah diperlukan agar perkembangan anak bisa dipantau dan masalah belajar segera ditangani.
Sementara itu, seorang guru SD di Kecamatan Raya, J. Sinaga, menilai persoalan kenaikan kelas juga berkaitan dengan semangat siswa dalam belajar.
Menurut dia, anak yang sudah berusaha sungguh-sungguh tentu berharap hasil belajarnya dihargai. Karena itu, penilaian tidak boleh mengabaikan usaha dan pencapaian masing-masing siswa.
"Kalau semua hasil dianggap sama tanpa melihat prosesnya, motivasi belajar bisa menurun," ujarnya.
Menurut Sinaga, memberi kesempatan kepada siswa untuk berkembang tetap harus dibarengi dengan standar pencapaian yang jelas. "Jika penyebab kesulitan belajar tidak ditangani, mengulang kelas saja belum tentu menyelesaikan persoalan," katanya. (hm27)



















































