Wednesday, July 1, 2026
home_banner_first
PIALA DUNIA 2026

Inggris Waspada! RD Kongo Siap Ukir Sejarah di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026

Mistar.idRabu, 1 Juli 2026 pukul 07.01 WIB
inggris_waspada_rd_kongo_siap_ukir_sejarah_di_babak_32_besar_piala_dunia_2026

Ilustrasi, Inggris Waspada! RD Kongo Siap Ukir Sejarah di Babak 32 Besar Piala Dunia 2026. (foto:ferry/gemini/mistar)

news_banner

Pematangsiantar, MISTAR.ID - Babak 32 besar Piala Dunia FIFA 2026 menghadirkan duel penuh kontras saat Inggris menghadapi Republik Demokratik (RD) Kongo di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Rabu (1/7/2026) pukul 23.00 WIB.

Di atas kertas, Inggris lebih diunggulkan. Status juara Grup L, kedalaman skuad, hingga kualitas individu membuat Three Lions diprediksi melangkah ke babak berikutnya. Namun, perjalanan RD Kongo menuju fase gugur menunjukkan bahwa wakil Afrika itu tidak datang ke Atlanta hanya untuk menjadi pelengkap.

Bagi Inggris, pertandingan ini menjadi ujian pertama yang sesungguhnya dalam fase gugur. Sementara bagi RD Kongo, laga ini adalah kesempatan untuk melanjutkan kisah bersejarah yang telah mereka tulis sejak fase grup.

Inggris Lolos, tetapi Belum Sepenuhnya Meyakinkan

Inggris memastikan diri sebagai pemuncak Grup L setelah menundukkan Panama 2-0 pada laga terakhir fase grup. Meski meraih kemenangan, performa tim asuhan Thomas Tuchel belum sepenuhnya memuaskan.

The Three Lions harus menunggu lebih dari satu jam untuk memecah kebuntuan. Jude Bellingham membuka keunggulan lewat penyelesaian cerdik memanfaatkan situasi sepak pojok sebelum Harry Kane menggandakan skor lima menit kemudian.

Sebelumnya, Inggris juga mendapat sorotan setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Ghana meski mendominasi penguasaan bola hingga 78,9 persen.

Data tersebut memperlihatkan persoalan yang masih membayangi Inggris. Mereka mampu mengontrol pertandingan, tetapi belum selalu efektif dalam mengubah dominasi menjadi peluang berbahaya.

Meski demikian, catatan Inggris bersama Tuchel tetap impresif. Sejak ditangani pelatih asal Jerman itu, mereka belum terkalahkan dalam pertandingan kompetitif dengan torehan 10 kemenangan dan satu hasil imbang.

Hanya Ron Greenwood dan Roy Hodgson yang pernah mencatat awal karier lebih panjang tanpa kekalahan bersama tim nasional Inggris.

Thomas Tuchel Tak Mau Terjebak Euforia

Menjelang pertandingan, Tuchel menegaskan bahwa fokus timnya sepenuhnya tertuju kepada RD Kongo.

Pelatih berusia 52 tahun itu menolak membicarakan kemungkinan lawan di babak berikutnya, termasuk potensi pertemuan dengan salah satu tuan rumah, Meksiko.

Menurut Tuchel, membicarakan fase berikutnya sebelum melewati RD Kongo hanya akan menjadi bumerang bagi timnya.

Pernyataan tersebut menunjukkan kewaspadaan yang tinggi. Tuchel memahami bahwa sejarah Piala Dunia selalu menyimpan ruang bagi kejutan, terutama ketika tim unggulan mulai meremehkan lawan.

RD Kongo Datang dengan Modal Kepercayaan Diri

Jika Inggris melangkah sebagai favorit, RD Kongo hadir sebagai salah satu cerita paling menarik di Piala Dunia 2026.

Mereka sempat berada di ambang eliminasi saat tertinggal dari Uzbekistan pada laga terakhir Grup K. Namun situasi berubah drastis setelah Yoane Wissa mencetak gol penyeimbang melalui titik penalti.

Wissa kemudian kembali mencetak gol sebelum Fiston Mayele memastikan kemenangan 3-1 yang mengantar RD Kongo lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka.

Keberhasilan itu menjadi pencapaian besar bagi sepak bola Kongo sekaligus menambah daftar negara Afrika yang mampu bersaing di panggung tertinggi dunia.

Kini, tim asuhan Sébastien Desabre memiliki peluang menciptakan sejarah yang lebih besar dengan menyingkirkan salah satu kandidat juara.

Yoane Wissa Jadi Ancaman Utama Inggris

Sosok yang paling menyita perhatian dari kubu RD Kongo adalah Yoane Wissa.

Penyerang Newcastle United tersebut tampil tajam sepanjang fase grup dengan mencetak tiga dari total empat gol timnya.

Menariknya, produktivitas Wissa di Piala Dunia jauh melampaui catatannya di level klub. Jika bersama Newcastle ia rata-rata mencetak satu gol setiap 301 menit pada musim 2025-2026, maka di Piala Dunia rasio tersebut meningkat menjadi satu gol setiap 90 menit.

Ketajaman Wissa menjadi modal penting bagi RD Kongo yang diperkirakan akan lebih banyak mengandalkan serangan balik cepat.

Dengan kecepatan dan kemampuan mencari ruang, Wissa berpotensi menjadi ancaman serius bagi lini belakang Inggris yang sedang mengalami masalah cedera.

Duel Dua Filosofi Permainan

Pertandingan ini juga menarik karena mempertemukan dua pendekatan yang sangat berbeda.

Inggris merupakan salah satu tim dengan rata-rata penguasaan bola tertinggi sepanjang fase grup, yakni 65,3 persen.

Sebaliknya, RD Kongo hanya mencatat rata-rata penguasaan bola sebesar 38,5 persen, salah satu yang terendah di turnamen.

Perbedaan tersebut menggambarkan karakter kedua tim.

Inggris lebih nyaman mengendalikan permainan dan membangun serangan secara sabar. Sementara RD Kongo cenderung menunggu, bertahan rapat, lalu memanfaatkan ruang yang terbuka saat lawan kehilangan bola.

Strategi seperti itu pernah membuat Inggris frustrasi ketika menghadapi Ghana. Karena itu, Tuchel membutuhkan kreativitas Jude Bellingham, ketenangan Harry Kane, dan energi lini tengah untuk membongkar pertahanan lawan.

Harry Kane Kejar Rekor Baru

Selain membawa Inggris menuju babak 16 besar, laga ini juga menjadi kesempatan bagi Harry Kane untuk menambah koleksi rekor pribadinya.

Gol ke gawang Panama membuat Kane mengoleksi 11 gol di Piala Dunia dan menjadi pencetak gol terbanyak Inggris sepanjang sejarah turnamen tersebut.

Jika kembali mencetak gol melawan RD Kongo, Kane akan menyamai catatan Geoff Hurst dengan empat gol di fase gugur Piala Dunia.

Di atas Kane dan Hurst, hanya Gary Lineker yang masih memegang rekor dengan enam gol knockout bagi Inggris.

Melihat performanya sejauh ini, peluang Kane untuk kembali mencatatkan namanya di papan skor terbuka lebar.

Masalah Cedera Mengganggu Persiapan Three Lions

Di tengah status favorit, Inggris tetap memiliki sejumlah persoalan yang harus diatasi.

Jarell Quansah terancam absen setelah mengalami cedera pergelangan kaki saat menghadapi Panama. Reece James juga belum sepenuhnya pulih sehingga opsi di sektor bek kanan menjadi terbatas.

Tuchel kemungkinan akan mempertimbangkan Djed Spence atau Ezri Konsa untuk mengisi posisi tersebut.

Kabar baiknya, Declan Rice diperkirakan kembali tersedia setelah sebelumnya diistirahatkan akibat masalah betis.

Kehadiran Rice bisa memberikan keseimbangan tambahan di lini tengah, terutama untuk meredam transisi cepat yang menjadi andalan RD Kongo.

Misi Sulit Wakil Afrika

Sejarah menunjukkan bahwa tugas RD Kongo tidak akan mudah.

Ini menjadi kali ke-11 tim Afrika menghadapi mantan juara dunia di fase gugur Piala Dunia. Dari 10 kesempatan sebelumnya, hanya Maroko yang berhasil lolos setelah menyingkirkan Spanyol melalui adu penalti pada edisi 2022.

Namun statistik bukanlah jaminan.

RD Kongo sudah membuktikan bahwa mereka mampu melampaui ekspektasi. Dengan semangat, disiplin, dan kepercayaan diri yang sedang tinggi, mereka berpeluang memberikan perlawanan sengit kepada Inggris.

Inggris Tetap Favorit, tetapi Tak Boleh Lengah

Superkomputer Opta menempatkan Inggris sebagai favorit kuat dengan peluang kemenangan mencapai 73,9 persen dalam waktu normal. Sementara peluang RD Kongo menang hanya berada di angka 11,3 persen.

Meski demikian, fase gugur selalu menghadirkan dinamika berbeda dibandingkan babak grup.

Semakin lama Inggris gagal mencetak gol, semakin besar peluang RD Kongo untuk membangun kepercayaan diri dan memanfaatkan celah melalui serangan balik.

Kualitas individu dan pengalaman membuat Inggris tetap berada di posisi terdepan untuk mengamankan tiket ke babak 16 besar. Namun jika Three Lions kembali kesulitan memaksimalkan dominasi permainan, wakil Afrika itu bisa saja menghadirkan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Prediksi skor: Inggris 2-0 RD Kongo.

(theaalyst/hm27)



BERITA TERPOPULER

BERITA PILIHAN